Wakil Bupati Boalemo Tutup Rakor Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dorong Implementasi Nyata di Lapangan

NARASI21.ID – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi menutup Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo. Kegiatan tersebut berlangsung di Cabana Resto and Resort, Jumat (24/4).

Penutupan rakor ini menandai berakhirnya rangkaian pembahasan strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan, dengan fokus pada penguatan upaya promotif dan preventif dalam menekan angka kesakitan di masyarakat.

Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengendalikan berbagai penyakit di tengah masyarakat. Ia menilai, pendekatan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan semata, melainkan harus dimulai dari identifikasi akar masalah kesehatan serta pengendalian faktor risiko sejak dini.

“Pencegahan adalah kunci utama. Kita harus memastikan masyarakat tidak jatuh sakit, sekaligus mampu mengendalikan rantai penularan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hasil rakor telah menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pihak terkait. Implementasi di lapangan, menurutnya, menjadi faktor penentu keberhasilan program kesehatan yang telah dirumuskan bersama.

Adapun sejumlah poin strategis yang menjadi rencana tindak lanjut antara lain pembentukan Desa Siaga TBC sebagai langkah awal di desa-desa lokus, guna memperkuat deteksi dini dan penanganan kasus tuberkulosis. Selain itu, akan dilakukan pemantauan intensif terhadap pasien TBC, termasuk pelacakan kontak erat serta skrining lingkungan guna memutus rantai penularan.

Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien. Upaya ini dinilai penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Di sisi lain, pengendalian malaria turut menjadi perhatian serius. Hal ini diwujudkan melalui rencana pembentukan Pos Malaria Desa serta penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah kecamatan dan desa juga didorong untuk menetapkan program Promosi Sadar Malaria sebagai bagian dari gerakan kolektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Tidak hanya itu, evaluasi rutin terhadap program imunisasi juga menjadi prioritas. Edukasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan guna mendorong cakupan imunisasi yang lebih luas, sehingga mampu mencegah munculnya penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui Forum Kabupaten Sehat. Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Selain itu, optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIPANTAS juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung penilaian Swasti Saba Tahun 2027. Aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaporan serta pemantauan indikator kesehatan di daerah.

Di akhir sambutannya, Lahmuddin Hambali berharap seluruh peserta rakor dapat mengimplementasikan hasil pertemuan ini secara nyata dan konsisten di lapangan.

“Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Boalemo,” tutupnya.