NARASI21.ID – Komandan Kodim (Dandim) 1316/Boalemo, Letkol CZI Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di sejumlah media online mengenai dugaan pemotongan sebesar 7 persen dan penahanan dana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Boalemo.
Saat diwawancarai awak media narasi21.id, Letkol Czi Wiratama Suryono menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam proses penganggaran dan pelaksanaan pembangunan KDKMP yang berlangsung sebelumnya. Sabtu, (13/06)
Pasalnya, pada saat program tersebut sudah berjalan, dirinya masih menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Tempur 19/Yudha Karya Nyata (Yonzipur 19/YKN) Kodam XIII/Merdeka dan belum bertugas di Kodim 1316/Boalemo.
“Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Saya tidak mengetahui proses anggaran maupun pembangunan yang telah berlangsung sebelumnya, karena pada saat itu saya masih bertugas sebagai Danyonzipur 19/YKN Kodam XIII/Merdeka dan belum menjabat sebagai Dandim 1316/Boalemo,” jelas Letkol Wiratama.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya pemberitaan yang mengaitkan pembangunan KDKMP dengan dugaan pemotongan dana sebesar 7 persen serta penahanan dana pembangunan yang menjadi perhatian publik.
Menurut Letkol Wiratama, seluruh proses yang berkaitan dengan perencanaan, pengelolaan anggaran, hingga pelaksanaan pembangunan sebelum dirinya menjabat sebagai Dandim berada di luar pengetahuan dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memberikan keterangan mengenai mekanisme maupun keputusan yang diambil pada periode tersebut.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terhadap informasi yang beredar tanpa didukung fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, apabila terdapat persoalan terkait pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan pembangunan KDKMP, maka hal tersebut perlu ditelusuri kebenarannya melalui pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan keterlibatan langsung pada saat program tersebut dijalankan.
“Kami menghormati proses klarifikasi maupun penelusuran yang dilakukan oleh berbagai pihak. Namun perlu dipahami bahwa saya tidak berada di Boalemo ketika proses yang dipersoalkan itu berlangsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dandim 1316/Boalemo menegaskan bahwa sejak dirinya menerima amanah memimpin Kodim 1316/Boalemo, fokus utama yang dijalankan adalah melaksanakan tugas pokok TNI AD, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persepsi keliru terkait keterlibatannya dalam pembangunan KDKMP.



