NARASI21.ID – Satuan Lalu Lintas Polres Boalemo kembali menggelar Operasi Zebra Otanaha 2025 sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di wilayah Kabupaten Boalemo. Jumat, (21/11)
Operasi yang digelar di depan Mako Polres Boalemo ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, mengingat pola pelaksanaannya yang lebih humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran tertentu.
Kasat Lantas Polres Boalemo, Iptu Maksensius Buluati, memimpin langsung jalannya operasi dan menjelaskan bahwa salah satu penekanan utama dalam pelaksanaan tahun ini adalah pemberlakuan sidang di tempat bagi pelanggar dengan kategori pelanggaran berat.
“Untuk pelanggaran tertentu seperti tidak memiliki SIM maupun kendaraan dengan pajak STNK yang sudah mati, kita lakukan penindakan tegas dan pelanggar langsung mengikuti sidang di tempat. Langkah ini dilakukan agar prosesnya cepat, transparan, dan meminimalisir potensi penyimpangan,” jelas Iptu Maksensius
Dari hasil penindakan yang dilakukan sepanjang kegiatan, petugas menemukan puluhan pengendara yang tidak memiliki SIM, serta sejumlah kendaraan dengan pajak STNK yang telah lama mati.
Pelanggaran tersebut dianggap berisiko tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban lalu lintas, sehingga menjadi prioritas untuk dilakukan tindakan hukum.
Meski demikian, Iptu Maksensius menegaskan bahwa Operasi Zebra Otanaha 2025 ini lebih menekankan pada upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pendekatan humanis dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan berkendara, ketaatan terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Pelanggaran ringan seperti tidak menyalakan lampu utama di siang hari, lupa membawa STNK, atau pengendara yang helmnya tidak dikancingkan, tidak langsung dikenai tilang, melainkan diberikan pembinaan oleh petugas.
“Untuk pelanggaran ringan, kami tidak melakukan penilangan. Cukup diberikan teguran dan pembinaan agar masyarakat lebih sadar. Operasi ini bukan semata-mata untuk menilang, tetapi mengubah budaya berkendara menjadi lebih tertib dan aman,” ujar Iptu Maksensius.
Selama operasi berlangsung, arus lalu lintas terpantau lancar. Sejumlah pengendara yang dihentikan petugas juga mengaku bahwa operasi seperti ini memberikan pengingat agar mereka lebih memperhatikan kelengkapan administrasi kendaraan serta standar keselamatan.
Iptu Maksensius berharap melalui Operasi Zebra Otanaha 2025, angka pelanggaran di Boalemo dapat ditekan dan tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat.
“Keselamatan adalah kebutuhan, bukan pilihan. Kami berharap masyarakat lebih disiplin dan memahami bahwa setiap aturan dibuat untuk melindungi diri kita semua,” tutupnya.
Operasi Zebra Otanaha 2025 ini rencananya akan terus digelar di berbagai titik strategis selama masa operasi berlangsung, dengan pengawasan ketat namun tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan pelayanan yang humanis



