Rum Pagau Sebut Bambu Petung Alternatif Konstruksi Ramah Lingkungan dan Bahan Kerajinan Bernilai Tinggi

NARASI22.ID – Bambu petung (Dendrocalamus asper) semakin dilirik sebagai salah satu komoditas unggulan dalam mendukung pembangunan ramah lingkungan. 

Bambu dengan karakter batang yang besar, kuat, dan serbaguna, bambu petung kini mulai diposisikan sebagai alternatif bahan konstruksi serta bahan baku kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi.

Sejumlah penggiat lingkungan dan pelaku usaha menilai bambu petung memiliki keunggulan yang jarang dimiliki tanaman lain. Pertumbuhannya cepat, bisa dipanen dalam waktu 3–5 tahun, serta mampu tumbuh di berbagai jenis lahan. 

Bupati Boalemo Rum Pagau mengatakan hal ini membuat bambu petung dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan kayu hutan yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk siap tebang.

“Bambu petung sangat potensial. Selain ramah lingkungan, batangnya yang besar bisa dijadikan bahan bangunan, sementara rebungnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Jadi, hampir semua bagian bambu ini berguna,” ujar Rum Pagau saat mendampingi Anggota DPR-RI dari Partai Nasdem Rachmat Gobel meninjau lokasi penanaman bambu petung di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman. Sabtu, (06/09)

Di sektor konstruksi, bambu petung kerap digunakan untuk rangka rumah, gazebo, hingga bangunan artistik dengan konsep eco building. 

Keunggulannya tidak hanya pada kekuatan, tetapi juga kelenturan yang membuatnya lebih tahan terhadap guncangan gempa.

“Kita bisa ambil contoh, bangunan villa ini semua tiang besi diganti dengan bambu petung. Alhamdulillah bangunannya berdiri dengan kokoh,” ungkap Bupati

Sementara di sektor ekonomi kreatif kata Rum Pagau bambu petung menjadi bahan baku kerajinan tangan seperti furnitur, anyaman, hingga dekorasi rumah. Produk-produk ini memiliki daya tarik tersendiri, apalagi tren back to nature dan penggunaan material alami kini semakin digemari.

“Pemerintah daerah pun melihat potensi ini sebagai peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis bambu. Selain meningkatkan kesejahteraan, budidaya bambu petung juga mendorong pelestarian lingkungan,” jelasnya

Sementara itu Rachmat Gobel menyambut baik rencana Rum Pagau untuk memanfaatkan seluruh lini sektor pertanian dengan tidak bergantung pada satu komoditi.

Pemimpin dartah harus berani berinovasi melalui gerakan menanam pohon bambu yang akan kita mulai, meskipun butuh waktu, nilai ekonominya jauh lebih besar dan menjanjikan kesejahteraan jangka panjang bagi petani.

Ia melihat bahwa sosok  Rum Pagau bukan hanya seorang Bupati atau birokrat namun memiliki jiwa entrepreneurship (wirausaha) yang sangat hebat.

“Kepala daerah harus punya semangat biropreneursip, dan harus diselaraskan jika tidak memiliki jiwa entrepreneurship maka sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri,” tandasnya

Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, bambu petung bukan sekadar tanaman biasa, melainkan aset berharga yang mampu menopang kebutuhan konstruksi ramah lingkungan sekaligus membuka ruang kreatif dalam dunia kerajinan.

REDAKSIMITRO NANTO