NARASI21.ID – Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menegaskan pentingnya peran strategis pemangku adat sebagai teladan dan panutan bagi masyarakat Kabupaten Boalemo.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Musyawarah Adat dan Penyegaran Pengurus Lembaga Adat Kabupaten Boalemo yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Pendopo Kantor Bupati, Sabtu (27/12).
Dalam sambutannya, Rum Pagau menyampaikan bahwa lembaga adat memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta tatanan sosial masyarakat Boalemo. Oleh karena itu, para pemangku adat diharapkan mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan keputusan yang mencerminkan nilai moral, etika, serta keteladanan bagi generasi muda maupun masyarakat secara luas.
“Pemangku adat bukan hanya simbol budaya, tetapi juga menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Apa yang disampaikan dan dilakukan oleh pemangku adat akan menjadi rujukan dan teladan. Maka, saya berharap para tokoh adat benar-benar menjaga marwah adat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan,” tegas Rum Pagau
Bupati juga menekankan bahwa lembaga adat harus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
Menurutnya, adat dan pemerintahan memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan bagi masyarakat Boalemo.
Pada kesempatan tersebut, Rum Pagau juga secara tegas menolak usulan pemberian gelar adat Pulango kepada dirinya.
Bupati menyampaikan bahwa penolakan tersebut bukan bentuk ketidakhormatan terhadap adat, melainkan sebagai wujud komitmen pribadi untuk tetap bersikap sederhana dan fokus pada pengabdian kepada masyarakat.
“Saya menghargai niat baik dari para tokoh adat, namun saya merasa belum layak menerima gelar adat tersebut. Bagi saya, amanah sebagai Bupati Boalemo adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanpa embel-embel gelar kehormatan,” ujar Rum Pagau.
Ia menambahkan bahwa penghormatan tertinggi bagi seorang pemimpin adalah ketika mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja nyata, kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta keteladanan dalam sikap dan tindakan.
Kegiatan musyawarah adat dan penyegaran pengurus lembaga adat ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.
Selain menjadi forum konsolidasi kelembagaan adat, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga harmonisasi sosial serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Boalemo.



