OPINI  

Agus Dulialo, Harapan Baru Kebangkitan Pariwisata Boalemo

NARASI21.ID – Pariwisata Boalemo memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Panorama alam yang indah, garis pantai yang memukau, pesona laut, budaya lokal, hingga keramahan masyarakat merupakan modal besar yang bisa menjadikan Boalemo sebagai destinasi unggulan di Gorontalo, bahkan Indonesia. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sektor ini masih tertinggal, kurang promosi, dan minim inovasi pengelolaan.

Dalam konteks inilah, menurut penulis nama Agus Dulialo sebagai sosok yang dinilai mampu membawa semangat baru dalam membangkitkan pariwisata Boalemo. Dengan pengalaman, jaringan, dan komitmen kuatnya terhadap pembangunan daerah, ia dipandang sebagai figur yang bisa mengubah wajah pariwisata Boalemo menjadi lebih maju dan kompetitif.

Menggali Potensi Tersembunyi

Boalemo dianugerahi kekayaan alam yang belum banyak diekspos. Dari Pantai Bolihutuo yang memikat, Pulo Cinta yang eksotis, hingga keindahan Pulau Mohupomba dan wisata alam lainnya. Sayangnya, banyak destinasi ini belum dikelola secara profesional, termasuk wisata bawah laut Pulau Monthuli dan Spot Paguyaman Pantai yang hingga saat ini masih sepi peminat.

Agus Dulialo dinilai memiliki visi untuk menjadikan potensi-potensi tersebut bukan hanya sebagai objek wisata lokal, tetapi juga sebagai destinasi bernilai ekonomi tinggi yang mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara.

Kepemimpinan dengan Gagasan

Kunci kebangkitan pariwisata bukan hanya soal anggaran, melainkan juga gagasan. Agus dikenal sebagai sosok yang memiliki ide-ide segar untuk memajukan sektor ini. 

Mulai dari mengintegrasikan pariwisata dengan UMKM lokal, menggerakkan ekonomi kreatif, hingga mempromosikan paket wisata berbasis budaya dan kuliner khas Boalemo. Strategi ini penting karena pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, karena harus berjalan beriringan dengan sektor lain agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Membangun Branding Boalemo

Salah satu tantangan utama pariwisata Boalemo adalah lemahnya branding. Nama Boalemo belum terlalu dikenal dalam peta pariwisata nasional. Boalemo pernah dikenal dikalangan Wisman dan Wisnus ketika saat itu Pulo Cinta masih beroperasi. Dibutuhkan figur yang mampu mengangkat citra daerah ini ke level lebih tinggi. 

Agus Dulialo diyakini bisa memainkan peran tersebut, baik melalui jejaringnya di tingkat provinsi maupun nasional, maupun lewat pendekatan komunikasi publik yang lebih modern. Branding yang kuat akan membuat Boalemo lebih mudah dikenali, dikunjungi, dan diingat oleh wisatawan.

Mengutamakan Kolaborasi

Pariwisata tidak bisa dibangun oleh pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat. Agus memahami pentingnya sinergi tersebut. Ia kerap menekankan bahwa keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal dilibatkan dan mendapatkan manfaat ekonomi. Dengan pendekatan kolaboratif, pariwisata Boalemo akan tumbuh sebagai sektor inklusif yang menyejahterakan banyak pihak.

Menjawab Harapan Masyarakat

Masyarakat Boalemo sudah lama menaruh harapan agar daerah mereka tidak lagi sekadar dikenal sebagai wilayah agraris, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang membanggakan. Harapan ini butuh sosok pemimpin yang visioner, berani mengambil langkah strategis, serta konsisten membangun pondasi. Agus Dulialo dengan rekam jejaknya dinilai mampu menjawab harapan itu, ditambah lagi dengan keinganan Bupati Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali untuk menjadikan Pariwisata Boalemo sebagai pusat peradaban di kawasan Teluk Tomini.

Membangkitkan pariwisata Boalemo bukanlah pekerjaan mudah, tetapi juga bukan hal mustahil. Dengan potensi besar yang dimiliki dan kepemimpinan yang tepat, Boalemo bisa menjelma menjadi destinasi unggulan di Gorontalo.

Kehadiran Agus Dulialo memberi secercah optimisme baru bahwa pariwisata Boalemo akan bangkit, berkembang, dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

REDAKSIMITRO NANTO