NARASI21.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo terus mengintensifkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan seluruh pemegang program di tingkat Puskesmas, yang digelar pada Rabu (22/04/2026) di Aula Dinas Kesehatan Boalemo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengungkapkan bahwa hingga 20 April 2026, jumlah masyarakat yang telah mendaftar program CKG mencapai 18.054 orang. Dari total tersebut, sebanyak 17.353 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di 11 Puskesmas di seluruh wilayah Boalemo.
Menurutnya, capaian ini mencerminkan tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Ini merupakan indikator positif dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Boalemo,” ujarnya.
Dinkes Boalemo sendiri menargetkan pada tahun 2026 sebanyak 46 persen dari total penduduk, atau sekitar 70.890 jiwa, dapat memperoleh layanan melalui program CKG. Target tersebut dinilai realistis, namun tetap membutuhkan kerja sama lintas sektor dan optimalisasi pelayanan di fasilitas kesehatan.
Meski capaian program cukup menggembirakan, Rakor tersebut juga mengidentifikasi sejumlah kendala di lapangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah, proses pemeliharaan aplikasi Satu Sehat (ASIK), serta minimnya tenaga penginput data. Kondisi ini berdampak pada belum maksimalnya sinkronisasi antara data manual dan sistem digital.
Sutriyani menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembenahan untuk mengatasi hambatan tersebut.
“Permasalahan ini menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah-langkah strategis agar pelayanan tetap berjalan optimal dan integrasi data bisa lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, terdapat pula capaian positif dari beberapa Puskesmas, salah satunya Puskesmas Botumoito yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelaksanaan program CKG.
Tak hanya fokus pada capaian kuantitatif, Dinas Kesehatan Boalemo juga terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya melalui pembaruan Petunjuk Teknis (Juknis) CKG 2026 yang memperluas cakupan skrining kesehatan secara lebih komprehensif.
Dalam skema terbaru ini, program CKG tidak lagi terbatas pada pemeriksaan kesehatan umum, tetapi telah mencakup berbagai jenis skrining penting seperti deteksi dini kanker paru, kanker usus, talasemia, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam satu paket pemeriksaan yang dapat diakses masyarakat.
Pendekatan program pun dirancang berbasis siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia. Dengan metode ini, risiko kesehatan dapat dipetakan lebih akurat sesuai kelompok umur, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sutriyani juga mengimbau masyarakat agar rutin memanfaatkan layanan CKG setidaknya satu kali dalam setahun. Untuk mempermudah akses, pendaftaran kini dapat dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile maupun layanan WhatsApp Chatbot dari Kementerian Kesehatan.
“Dengan kemudahan akses yang tersedia, kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat. Deteksi dini merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya.



