Dinkes Boalemo Evaluasi Program Kesehatan, Soroti Skrining TB hingga Penanganan Malaria

NARASI21.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menggelar rapat koordinasi dan evaluasi program kesehatan tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula Dinkes, Rabu (08/04)

Kegiatan ini difokuskan pada peninjauan capaian program prioritas serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat puskesmas dan desa.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani Lumula, menekankan pentingnya kesiapan administrasi di seluruh puskesmas. Hal tersebut dinilai krusial sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, Sutriyani meminta agar pihak puskesmas tetap aktif berkoordinasi dalam penyusunan usulan program kesehatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan. 

Ia menegaskan, meskipun tidak ada usulan dari desa, pihak puskesmas tetap harus proaktif menyampaikan kebutuhan sektor kesehatan.

“Hasil koordinasi ini nantinya akan dibahas di tingkat kabupaten dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutriyani juga menyoroti optimalisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan di desa, khususnya Puskesmas Pembantu (Pustu). Menurutnya, sejumlah Pustu yang telah dibangun, termasuk yang masih baru, harus segera dimanfaatkan secara maksimal guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TB) menjadi perhatian khusus karena dinilai belum berjalan optimal. Para kepala puskesmas diminta meningkatkan cakupan skrining di wilayah masing-masing sebagai langkah deteksi dini.

Tak hanya itu, peningkatan kasus malaria juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut. Sutriyani mengingatkan pentingnya penanganan cepat dan tuntas, termasuk memastikan pasien mendapatkan pendampingan hingga sembuh.

“Puskesmas harus mengawal pasien malaria sampai benar-benar sembuh, serta memahami seluruh program kesehatan di wilayah kerja masing-masing agar pelayanan berjalan maksimal,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut turut dibahas persiapan pelaksanaan program Desa Siaga TB yang akan diterapkan di seluruh wilayah puskesmas. Program ini direncanakan segera diluncurkan oleh Bupati Boalemo sebagai bagian dari upaya terpadu penanggulangan penyakit di tingkat desa.

Sutriyani berharap, implementasi program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan TB, tetapi juga mencakup berbagai program kesehatan lainnya secara menyeluruh dan masif di desa.

“Semua harus disiapkan dengan matang karena program ini akan segera dilaunching oleh bupati,” tandasnya