NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama jajaran Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Boalemo mengikuti secara virtual peluncuran operasional Samsat Digital Nasional yang digelar di kawasan KM 0 Tilamuta. Rabu malam, (29/04)
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pelayanan publik, khususnya di bidang administrasi pajak kendaraan bermotor yang kini semakin mengedepankan sistem digital.
Pelaksanaan kegiatan di KM 0 Boalemo yang dikenal sebagai pusat kuliner dan ruang interaksi anak muda memberikan nuansa berbeda. Selain sebagai simbol keterbukaan layanan publik, lokasi ini juga merepresentasikan upaya pemerintah mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas PTSP, Kasat Lantas Polres Boalemo, jajaran Bank SulutGo Cabang Boalemo, pihak penyelenggara Samsat Boalemo, serta Bidang Pendapatan BPKPD Boalemo.
Secara virtual, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim menyampaikan bahwa peluncuran Samsat Digital Nasional merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah terobosan turut diperkenalkan dalam momentum tersebut.
“Inovasi yang diluncurkan antara lain layanan Samsat Keliling berbasis bus, Gerai Samsat Mobile (GSM) yang akan ditempatkan di lima titik kabupaten/kota, serta penguatan kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan PKS. Semua ini bertujuan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Provinsi Gorontalo yang saat ini masih berada di angka 39,4 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika didukung dengan sistem pelayanan yang lebih inovatif dan responsif.
“Inovasi digital ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal,” tambahnya.
Transformasi ini juga didukung dengan integrasi sistem layanan berbasis teknologi, termasuk penerapan aplikasi SIKER serta penguatan koordinasi antarinstansi guna menciptakan pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan profesional.
Dukungan penuh terhadap langkah tersebut turut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus Thomas Mopili. Ia menilai inovasi layanan Samsat berbasis digital merupakan terobosan strategis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.
“Digitalisasi layanan Samsat adalah langkah tepat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain mempermudah masyarakat, inovasi ini juga berperan penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Digitalisasi transaksi daerah menjadi kunci dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Melalui sistem non-tunai, potensi kebocoran dapat diminimalisir dan pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H.. menyampaikan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam pelayanan publik.
“Kehadiran aplikasi SIGNAL menjadi solusi konkret bagi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan secara daring tanpa harus datang ke kantor Samsat. Ini adalah bentuk pelayanan yang cepat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya menekankan bahwa peluncuran Samsat Digital Nasional merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang modern dan berbasis teknologi.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan Samsat menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat, transparan, serta mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian, kemandirian fiskal daerah dapat terus diperkuat melalui optimalisasi PAD,” ujar Gusnar.
Di sela kegiatan tersebut, Samsat Boalemo juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha mikro kecil (UMK) yang taat pajak. Penyerahan bingkisan dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada wajib pajak yang disiplin dalam memenuhi kewajiban mereka tepat waktu.



