NARASI21.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus menunjukkan kinerja yang stabil dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Di balik pengelolaan keuangan yang solid dan kehati-hatian dalam menjaga likuiditas perusahaan, terdapat sosok profesional yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, yakni Direktur Dana dan Tresuri PT Bank SulutGo, Rudiyanto Katili, yang baru terpilih pada pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa Tahun 2026. Selasa, (10/02)
Dengan pengalaman 36 tahun berkarier di dunia perbankan, Direktur Dana dan Tresuri BSG dikenal sebagai figur yang matang, berintegritas, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap manajemen dana, likuiditas, serta pengelolaan aset dan kewajiban bank.
Perjalanan panjang tersebut menjadikannya salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan dan stabilitas keuangan Bank SulutGo.
Karier sang direktur dimulai dari jenjang paling dasar sebagai pegawai bank di tahun 1990. Melalui proses panjang yang sarat dengan pembelajaran dan tantangan, Rudiyanto dipercaya menempati berbagai posisi strategis, khususnya di bidang pendanaan dan pengelolaan keuangan.
Memiliki karier mentereng, debut jabatan Rudiyanto Katili dimulai pada tahun 2006 sebagai Pemimpin Seksi Kredit, 2009 Seksi Administrasi BSG Cabang Marisa, 2010 Seksi ADM dan Umum Cabang Tilamuta, 2011 sebagai Kontrol Internal Cabang Marisa, 2012 sebagai Pemimpin BSG Cabang Kwandang, 2014 Pemimpin BSG Cabang Marisa, 2021 Pemimpin Divisi Manajement Risiko Kantor Pusat, dan terakhir menduduki jabatan sebagai Pemimpin Kantor Wilayah BSG Gorontalo.
Konsistensi, loyalitas, serta kemampuan analisis yang kuat pada manajement risiko menjadi kunci utama hingga akhirnya mengantarkannya menduduki jabatan Direktur Dana dan Tresuri PT. Bank SulutGo Pusat.
Dalam perannya saat ini, Direktur Dana dan Tresuri memiliki tanggung jawab besar dalam merumuskan dan mengawal kebijakan pengelolaan dana pihak ketiga, pengendalian likuiditas, serta strategi tresuri agar tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Pengalaman panjang yang dimiliki menjadi modal utama dalam menghadapi fluktuasi pasar keuangan serta dinamika suku bunga yang terus berubah.
Selain fokus pada aspek teknis keuangan, ia juga dikenal konsisten menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil.
Transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia menjadi landasan utama dalam menjalankan tugasnya.
Rudiyanto Katili turut berperan aktif dalam mendorong transformasi Bank SulutGo, khususnya dalam penguatan struktur pendanaan yang berkelanjutan.
Upaya peningkatan kepercayaan nasabah, optimalisasi dana murah, serta pemanfaatan instrumen keuangan yang aman dan produktif terus menjadi fokus guna mendukung pertumbuhan bisnis bank secara sehat.
Lebih dari sekadar mengejar kinerja finansial, Rudiyanto memandang Bank SulutGo sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pembangunan daerah. Oleh karena itu, pengelolaan dana bank diarahkan agar mampu menopang penyaluran kredit ke sektor produktif, UMKM, serta program-program strategis pemerintah daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Dengan 36 tahun pengabdian, Rudiyanto menjadi simbol dedikasi dan profesionalisme di lingkungan perbankan daerah.
Rekam jejak panjang tersebut bukan hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga komitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan pemegang saham terhadap Bank SulutGo.
Kiprah dan pengalaman panjang yang dimiliki diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan dan penguatan Bank SulutGo sebagai bank kebanggaan daerah yang adaptif, sehat, dan berdaya saing.



