Rachmat Gobel dan Wali Kota Sukabumi Hadiri Pencanangan dan Penanaman Bambu Petung di Boalemo, Dorong Ekonomi Hijau dan Pelestarian Alam

NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar kegiatan pencanangan dan penanaman bambu petung sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis alam, Kamis, (30/10)

Acara yang berlangsung di Desa Kuala Lumpur Kecamatan Paguyaman ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bersama Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Boalemo untuk memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. 

Dalam sambutannya, Rachmat Gobel menyampaikan bahwa bambu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol dari kemandirian ekonomi hijau dan kearifan lokal yang perlu dikembangkan di seluruh daerah Indonesia.

“Bambu adalah tanaman masa depan. Ia tumbuh cepat, serbaguna, ramah lingkungan, dan bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat jika dikelola dengan baik. Boalemo memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pengembangan bambu skala nasional,” ujar Rachmat Gobel 

Menurutnya, pengembangan bambu petung dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk bahan bangunan atau kerajinan, tetapi juga sebagai bahan baku industri kreatif dan energi terbarukan. 

Gagasan Bupati Boalemo Rum Pagau ini diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, serta memperkuat sektor pariwisata berbasis alam.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam mengedepankan pelestarian lingkungan melalui penanaman bambu.

Walikota Sukabumi menilai bahwa kolaborasi lintas daerah seperti ini menjadi bentuk nyata sinergi pembangunan berkelanjutan.

“Boalemo bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Gerakan menanam bambu ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Boalemo Rum Pagau juga menegaskan bahwa penanaman bambu petung ini akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik strategis, terutama di wilayah rawan erosi dan bantaran sungai. Pemerintah daerah berencana menjadikan bambu sebagai bagian dari program penghijauan terpadu serta sumber ekonomi kreatif masyarakat.

“Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, bambu juga dapat dikembangkan menjadi bahan bangunan, kerajinan, hingga energi ramah lingkungan. Kami berharap penanaman ini menjadi awal dari gerakan besar yang melibatkan masyarakat secara luas,” pungkasnya

Acara pencanangan tersebut diakhiri dengan prosesi penanaman bambu petung secara simbolis oleh Rachmat Gobel, Wali Kota Sukabumi, dan jajaran pemerintah daerah. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, dengan partisipasi aktif dari kelompok tani, pelajar, hingga komunitas pecinta lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Boalemo tidak hanya menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai daerah yang siap menuju ekonomi hijau (green economy) dengan memanfaatkan potensi lokal secara bijak.

Langkah ini sejalan dengan visi besar Rachmat Gobel dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui inovasi hijau dan pelestarian sumber daya alam, menjadikan bambu petung sebagai simbol perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan dan sejahtera.