NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo kembali menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
Bertepatan dengan pelaksanaan Apel Korpri pada Selasa, 20 April 2026, Pemkab Boalemo resmi meluncurkan inovasi bertajuk “Sehati di Rumkit” (Setelah Lahir Terbit Akta Bayi di Rumah Sakit). Kegiatan launching tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Boalemo dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta unsur terkait.
Program inovatif ini dihadirkan sebagai solusi atas proses birokrasi administrasi kependudukan yang selama ini dinilai masih berbelit. Melalui “Sehati di Rumkit”, setiap bayi yang lahir di rumah sakit kini dapat langsung memperoleh Akta Kelahiran secara otomatis tanpa harus menunggu atau mengurusnya secara terpisah ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Dengan sistem yang terintegrasi antara rumah sakit dan Disdukcapil, data kelahiran bayi akan langsung diproses secara digital. Orang tua pun tidak lagi direpotkan dengan prosedur administrasi tambahan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih efisien dan ramah masyarakat.
Peluncuran inovasi ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Boalemo dengan pihak rumah sakit. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur RSUD Iwan Bokings, dr. Hendra, Sp.Rad(K)RI, MM, bersama Kepala Dinas Dukcapil Boalemo, Drs. Teguh Jatmika, serta disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahmudin Hambali memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Disdukcapil dan RSUD Iwan Bokings. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan contoh nyata sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Saya mengapresiasi Disdukcapil dan RSUD Iwan Bokings atas launching inovasi Sehati di Rumkit. Ini adalah bukti nyata kolaborasi OPD dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lahmudin menegaskan bahwa integrasi antar instansi menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien. Ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada satu sektor, tetapi dapat menjadi pemicu bagi OPD lainnya untuk terus berinovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan sejumlah instruksi strategis kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Boalemo. Ia mendorong setiap OPD untuk menciptakan terobosan yang berdampak langsung pada kemudahan pelayanan masyarakat.
Selain itu, ia meminta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melakukan evaluasi rutin terhadap setiap inovasi yang dijalankan oleh OPD, serta melaporkan perkembangan dan efektivitasnya secara berkala. Transparansi kepada publik juga menjadi poin penting, di mana setiap inovasi harus dipublikasikan secara luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kepada OPD lain yang belum menciptakan inovasi sesuai tugas dan fungsinya, saya harapkan segera melakukan langkah-langkah konkret,” tegasnya.
Dengan hadirnya inovasi “Sehati di Rumkit”, Pemerintah Kabupaten Boalemo optimistis kualitas pelayanan administrasi kependudukan akan semakin meningkat. Program ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menjamin kepastian hukum bagi setiap warga sejak hari pertama kelahiran.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



