NARASI21.ID – Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango menjadi pusat perhatian dengan suksesnya pelaksanaan program inti mahasiswa KKN-T, yaitu Workshop Pemberdayaan Masyarakat dengan tema ‘Literasi Sosial Berbasis Ketahanan Pangan Lokal’.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani yang turut hadir dalam acara tersebut.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya literasi sosial dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Universitas Negeri Gorontalo berupaya memperkenalkan pola pikir baru tentang pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kemandirian desa.
Selain penyampaian materi utama, mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan pengelolaan usaha masyarakat dengan memberikan strategi sederhana dalam pengelolaan hasil pertanian dan produk lokal agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Hal ini diikuti dengan pelatihan digitalisasi, di mana masyarakat diajarkan cara memanfaatkan teknologi, mulai dari pemasaran produk melalui media sosial hingga pencatatan usaha berbasis digital.
Masyarakat yang hadir tampak antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi, hingga ide-ide baru yang muncul selama sesi interaktif.
Dengan tambahan pendampingan usaha dan pelatihan digitalisasi ini, kegiatan tidak hanya berfokus pada literasi pangan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Desa Boludawa Tahir Atiki memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan pangan.
Kades berharap kegiatan serupa dapat berlanjut, sehingga masyarakat mampu lebih mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi.
Sementara itu, koordinator desa boludawa Fadli Eka Setiawan Ishak menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya sekadar program, tetapi juga pemahaman baru serta keterampilan yang bisa diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan workshop ini yang dikombinasikan dengan pendampingan usaha dan pelatihan digitalisasi, diharapkan semangat literasi sosial berbasis ketahanan pangan lokal akan terus tumbuh di Desa Boludawa, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bone Bolango.
REDAKSI – MITRO NANTO



