NARASI21.ID – Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menaruh perhatian serius terhadap insiden jatuhnya plafon di sejumlah sekolah yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Rum Pagau berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Rum Pagau saat memberikan arahan pada kegiatan pelantikan kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Boalemo yang digelar di Pendopo Kantor Bupati, Rabu (07/01).
Di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik, Rum Pagau menegaskan pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan secara serius dan bertanggung jawab.
Menurutnya, insiden jatuhnya plafon bukan hanya persoalan teknis semata, tetapi menjadi indikator lemahnya perencanaan dan pengawasan dalam pembangunan gedung sekolah.
Dirinya menilai, setiap pembangunan baik sekolah maupun bangunan perkantoran harus dirancang dengan matang sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“Perencanaan itu harus betul-betul matang. Jangan asal bangun, lalu dalam waktu singkat sudah rusak dan membahayakan keselamatan,” tegas Rum Pagau
Bupati juga mengingatkan agar pihak terkait tidak mengabaikan aspek kualitas bahan bangunan dan standar konstruksi.
Bupati meminta agar setiap proyek pembangunan maupun rehabilitasi gedung sekolah mengedepankan mutu, keamanan, dan ketahanan bangunan agar dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.
Rum Pagau menekankan peran kepala sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan untuk aktif melakukan pengawasan terhadap kondisi fisik sekolah.
Ia meminta agar setiap kerusakan, sekecil apa pun, segera dilaporkan kepada dinas terkait agar dapat ditangani lebih awal dan tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.
“Kepala sekolah jangan hanya fokus pada administrasi dan pembelajaran, tetapi juga harus peduli dengan kondisi bangunan sekolah. Kalau ada tanda-tanda kerusakan, segera laporkan. Jangan pula kepala sekolah sudah fokus di proyek-proyek sekolah dan mengabaikan tugas, intinya harus seimbang,” ujarnya
Rum Pagau juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan instansi teknis lainnya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Boalemo.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat memetakan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Lebih lanjut, Rum Pagau juga menyampaikan gagasannya terkait pemanfaatan bambu petung sebagai solusi alternatif dalam konstruksi bangunan ke depan.
Menurutnya, bambu petung memiliki kekuatan yang baik dan dapat menjadi bahan konstruksi yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis sebagai pengganti kayu.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo memiliki rencana untuk membangun pabrik pengolahan bambu petung.
Kehadiran pabrik tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bambu petung secara optimal, baik untuk kebutuhan konstruksi bangunan maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ke depan, bambu petung akan menjadi solusi konstruksi bangunan. Karena itu saya mengimbau masyarakat mulai menanam bambu petung dari sekarang,” kata Rum Pagau
Menurutnya, jika masyarakat sejak dini membudidayakan bambu petung, maka ketersediaan bahan baku akan terjamin ketika pabrik pengolahan mulai beroperasi. Selain itu, hal ini juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Boalemo.
Rum Pagau menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mencari alternatif bahan bangunan yang kuat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. Ia berharap, dengan perencanaan yang lebih baik, penggunaan material yang tepat, serta dukungan masyarakat, kejadian plafon jatuh di sekolah tidak lagi terulang di masa mendatang.
“Keselamatan dan kenyamanan di sekolah adalah hal utama. Kita tidak ingin ada lagi bangunan yang membahayakan anak-anak kita,” ujar Bupati
Melalui kesempatan itu, Bupati Boalemo berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya dalam meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan belajar.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Jangan sampai mereka belajar dalam rasa takut karena bangunannya tidak layak,” pungkasnya



