NARASI21.ID- Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango resmi mengintegrasikan program pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) hingga ke tingkat pemerintahan desa.
Langkah taktis di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile ini diambil demi mempercepat pemutusan mata rantai penularan penyakit di masyarakat.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menyatakan bahwa penanganan ATM tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dikeroyok bersama lintas sektor.
”Sinergi lintas sektor adalah kunci. Pengendalian ATM membutuhkan kolaborasi kuat dari pemerintah daerah, desa, puskesmas, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat,” kata Sri Mulyani, Selasa, (9/6/2026).
Bappeda Litbang memastikan program penanganan ATM ini tidak kekurangan daya dukung. Isu kesehatan ini telah dikunci ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, RKPD, hingga Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah agar anggarannya terjamin.
Selain APBD, instrumen Dana Desa kini diwajibkan ikut bergerak. Di tingkat desa, anggaran tersebut difokuskan untuk
kampanye perilaku hidup sehat dan edukasi warga, pendampingan pasien dan penguatan data kesehatan desa, serta
pelatihan bagi aparatur desa serta kader kesehatan.
Eksekusi di lapangan melibatkan pembagian peran yang ketat antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Kesehatan memimpin di lini deteksi dini, pengobatan, dan surveilans. Sementara Dinas PMD bertugas mengawal regulasi pemanfaatan Dana Desa untuk pos kesehatan.
“Melalui strategi integrasi total ini, Pemkab Bone Bolango menargetkan penyelesaian masalah mendasar seperti minimnya data kesehatan di tingkat tapak serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam deteksi dini penyakit,” tuturnya.



