Ismet Mile Bangga Kreativitas Anak Muda di Gebyar Ketupat Nusantara

NARASI21.ID- Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kawasan perbatasan Kelurahan Pauwo dan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Sabtu 28 Maret 2026.

Ribuan warga tumpah ruah menghadiri Gebyar Ketupat Nusantara ke-15 Tahun 2026 yang digelar Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan (Kompak Perpat) Kecamatan Kabila.

Event tahunan bergengsi tersebut kembali hadir sebagai ruang pertemuan budaya dan tradisi masyarakat, dengan memadukan kuliner khas Gorontalo berupa milu siram, sajian ketupat, serta berbagai pertunjukan seni budaya bernuansa kekinian Mengusung tema “Merajut Tradisi, Menyemai Kebersamaan, Memakmurkan Budaya”

Perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena menandai perjalanan 15 tahun konsistensi Kompak Perpat sejak pertama kali digelar pada 2013.

Sebagai simbol perjalanan tersebut, panitia menyediakan sebanyak 1.015 porsi milu siram gratis untuk masyarakat dan tamu yang hadir.

Angka 1.015 menjadi penanda perjalanan 15 tahun eksistensi Gebyar Ketupat di wilayah perbatasan Pauwo-Tumbihe.

Ketua Umum Kompak Perpat Kabila, Suleman Adadau, mengatakan konsistensi penyelenggaraan selama 15 tahun menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat setempat, khususnya generasi muda.

“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung penuh melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bapak Syamsir Djafar Kiayi. Sepanjang lorong Perpat ini telah berdiri kurang lebih 30 tenda jamuan yang disiapkan masyarakat untuk menyambut tamu dari mana saja,” ujar Suleman.

Sementara itu, Bupati Ismet Mile yang hadir langsung membuka acara mengaku bangga dengan kreativitas masyarakat dan anak muda di kawasan perbatasan tersebut.

Menurutnya, nama “Gebyar Ketupat Nusantara” mencerminkan semangat persatuan dan inklusivitas, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana kebersamaan melalui budaya dan kuliner lokal.

“Judulnya sangat keren, Gebyar Ketupat Nusantara. Ini artinya Bone Bolango menjadi pusat titik temu berbagai latar belakang, dari Aceh sampai Papua, yang menyatu dalam kehangatan kuliner dan budaya kita. Saya sangat bangga dengan kreativitas anak muda di sini,” ungkap Ismet Mile saat memberikan sambutan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi yang selama ini tumbuh di wilayah tersebut.

Ia turut memuji karakter religius masyarakat yang mampu menyelaraskan nilai ibadah Ramadan dengan tradisi perayaan Lebaran Ketupat.

Selain pesta kuliner milu siram dan ketupat, acara yang berlangsung hingga sore hari itu turut dimeriahkan dengan berbagai lomba rakyat dan hiburan budaya yang disambut antusias warga.