BERITA  

Jurara II Lomba Baris Berbasis Berujung Cyberbullyng, Ketua PPI Boalemo Angkat Bicara

NARASI21.ID – Hasil akhir lomba baris berbaris yang dilaksanakan oleh Majelis Permuyawarat Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) di Provinsi Gorontalo tahun 2026 yang telah menghasilkan perwakilan Provinsi Gorontalo ketingkat nasional justru menjadi panjang ketika terdapat beberapa pihak yang tidak menerima keputusan dari panitia tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa Juara I dalam lomba ini dimenangkan oleh SMA N 1 Kota Gorontalo, Juara II SMAN 1 Tilamuta (SMANTil, dan Juara III diraih oleh MAN Model Kota Gorontalo. 

Namun demikian, hasil akhir berupa Juara II yang diperoleh oleh SMAN 1 Tilamuta selaku perwakilan dari Kabupaten Boalemo justru menjadi ruang tindakan cyberbullyng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Berdasarkan penelusuran dari Purna Paskibraka Indonesia-Kabupaten Boalemo (PPI Boalemo), tindakan cyberbullyng tersebut dilakukan melalui postingan dan live di media sosial Tiktok oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Bahkan, diduga salah satu perwakilan panitia memberikan komentar yang mendukung tindakan cyberbullyng tersebut

“Kami dari pihak PPI Boalemo keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. anggota dari PPI Boalemo menjadi perwakilan dari SMANTil sehingganya kami mempunyai kepentingan menjaga nama baik organisasi sekaligus menjaga mental dari anggota kami yang masih berstatus siswa tersebut”, ujar Ariyanto Kadjiba selaku Ketua PPI Boalemo.

Ariyanto menambahkan dalam live tersebut selain memparodikan gerakan yang dilakukan oleh siswa SMANTil, para pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut juga mengedit foto dari salah satu peserta perwakilan. 

Bahkan, kendati telah dinasehati oleh perwakilan guru dari SMA I Tilamuta melalui komentar di Live pada akun TikTok @https://www.tiktok.com/@afwandaudd?_r=1&_t=ZS-96qEkbGnzeO, justru guru yang bersangkutan mendapat komentar balasan yang sangat tidak senonoh dari pihak-pihak yang tidak mengetahui dan tidak paham terkait kriteria penilaian lomba.

Mengakhiri penyampaiannya, PPI Boalemo akan melakukan somasi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai bentuk menjaga mental adik-adik PPI Boalemo. 

“hal ini menjadi bentuk cerminan bahwa perlunya literasi digital ke anak didik kita agar tindakan cyberbullyng yang telah dilarang dalam perundang-undangan tidak dilakukan oleh pihak-pihak lainya” tegas Ariyanto