NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pengembangan sektor peternakan berbasis hilirisasi melalui rencana pembangunan kawasan peternakan unggas terpadu.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni dengan melaksanakan verifikasi lahan di dua titik potensial yang diproyeksikan menjadi pusat industri unggas modern di daerah Boalemo. Selasa, (28/04)
Bupati Boalemo, Rum Pagau, turun langsung mendampingi tim verifikasi bersama Sekretaris Daerah Nurdin K Baderan serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Boalemo Andi Faizal Hurudji.
Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap percepatan realisasi investasi di sektor peternakan.
Lokasi pertama yang ditinjau berada di Kecamatan Wonosari dengan luas lahan mencapai 25,8 hektare. Di kawasan ini direncanakan akan dibangun fasilitas lengkap penunjang industri unggas, mulai dari PS Farm Broiler, PS Farm Layer, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), hingga pabrik pakan (Feed Mill). Proyek ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Selain Wonosari, pemerintah daerah juga menyiapkan alternatif lokasi kedua yang berada di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi dengan luas sekitar 12 hektare.
Kedua lokasi ini saat ini masih dalam tahap kajian mendalam guna memastikan kesesuaian teknis, legalitas lahan, serta dampak lingkungan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Boalemo, Andi Faizal Hurudji, menjelaskan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki potensi yang sama, namun keputusan akhir akan berada di tangan investor setelah seluruh tahapan verifikasi rampung.
“Dua lokasi ini sama-sama potensial. Namun nantinya akan dipilih satu lokasi terbaik yang memenuhi seluruh aspek kelayakan untuk pembangunan proyek,” ujarnya.
Kegiatan survei ini turut melibatkan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melakukan penilaian langsung di lapangan.
Tim tersebut terdiri dari sejumlah pejabat dan tenaga ahli, di antaranya Andri Hanindyo W selaku Ketua Kelompok Substansi Pemasaran Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan, Maidaswar sebagai penanggung jawab wilayah Provinsi Gorontalo, serta Pravita Sari P Ardini.
Turut hadir pula tenaga teknis lainnya seperti Imron Fuadi, Saiqa, dan Andi Rosi yang mendukung proses verifikasi di lapangan.
Dari pihak investor, PT Berdikari diwakili oleh Agung Mukti dan Andrianus Moy Sidharta. Sementara itu, konsultan dari Boston Consulting Group, yakni Aziz Suharto dan Syarah, juga hadir memberikan analisis strategis terkait pengembangan proyek hilirisasi tersebut.
Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Keterlibatan lintas sektor ini penting untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari legalitas lahan hingga kesesuaian tata ruang, berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa pembangunan kawasan peternakan terpadu ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor peternakan melalui hilirisasi.
Ia juga berharap proyek ini dapat segera direalisasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan produksi pangan, penyerapan tenaga kerja, hingga menarik minat investasi di Kabupaten Boalemo.
“Ini adalah peluang besar bagi Boalemo untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan unggas modern. Kita ingin masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari investasi ini,” ungkapnya.
Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan sektor peternakan berbasis industri di Boalemo serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.



