Setelah SMP 3 Mananggu, Menyusul Bangunan SMP 10 dan 12 Paguyaman Tak Layak Dimanfaatkan Siswa 

NARASI21.ID – Kondisi memprihatinkan kembali ditemukan pada infrastruktur pendidikan di Kabupaten Boalemo. 

Bangunan laboratorium komputer di SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 12 Paguyaman dilaporkan tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh siswa dalam menunjang proses pembelajaran.

Laporan tersebut muncul menyusul temuan kerusakan bangunan di SMP Negeri 3 Mananggu. Setelah kasus itu mencuat, pihak sekolah lainnya turut melaporkan kondisi serupa, di mana bangunan laboratorium yang relatif baru justru mengalami kerusakan dan tidak layak pakai.

Menindaklanjuti aduan tersebut, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau langsung mengambil langkah cepat. 

Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, Bupati kembali memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo untuk segera melakukan pemanggilan terhadap pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut guna memintai pertanggungjawaban.

“Bangunan ini dibuat untuk kepentingan pendidikan anak-anak, bukan untuk dikerjakan asal-asalan. Kontraktor harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang tidak sesuai,” tegas Rum Pagau kepada awak media, Selasa, (06/01)

Bupati menilai kerusakan yang terjadi pada bangunan laboratorium komputer tersebut sangat merugikan dunia pendidikan, karena fasilitas yang seharusnya mendukung pembelajaran berbasis teknologi justru tidak dapat digunakan oleh siswa.

Rum Pagau berharap kasus ini menjadi pembelajaran serius bagi seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah, khususnya di sektor pendidikan. 

lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengabaikan kualitas.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini harus menjadi pelajaran bagi kontraktor lainnya agar bekerja sesuai aturan dan spesifikasi,” tandasnya

Diketahui, bangunan laboratorium komputer tersebut menelan anggaran sekitar 1 miliar lebih, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023. 

Proyek tersebut dikerjakan dalam rentang waktu Agustus hingga Desember 2023, dan diserahkan kepada pihak sekolah pada tahun 2024.