NARASI21.ID – Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau menyatakan kegeramannya terhadap kondisi bangunan SMP Negeri 3 Mananggu yang belum genap dua tahun digunakan, namun sudah mengalami kerusakan serius.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Kegeraman Bupati Rum Pagau mencuat setelah diketahui plafon bangunan runtuh dan nyaris menimpa siswa serta guru yang tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan lingkungan sekolah dan kualitas pekerjaan pembangunan gedung tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau langsung kondisi tiga lokal bangunan, yakni laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 3 Mananggu yang menelan anggaran sekitar 1 miliar lebih.
Proyek yang dikerjakan pada Agustus 2023 ini diresmikan tahun 2024, menurut pengakuan kepala sekolah Nur Alan Usman, khususnya bangunan laboratorium komputer sejak diresmikan, hingga saat ini tidak bisa dimanfaatkan siswa.
“Sejak diresmikan pada tahun kemarin, bangunan ini tidak kami gunakan, karena meubelairnya tidak bisa digunakan dan kondisi ring plafon yang sering lepas,” ungkapnya
Dalam peninjauan tersebut, Bupati juga melihat langsung kondisi plafon yang rusak, struktur bangunan yang tidak layak, serta kualitas pengerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar. Senin, (05/01)
“Ini sangat berbahaya. Plafon bisa jatuh kapan saja dan hampir menimpa siswa serta guru. Bangunan ini baru, belum dua tahun dipakai, tapi sudah seperti ini. Ini tidak bisa ditolerir,” kata Rum Pagau
Selain kerusakan fisik bangunan, Bupati juga menyoroti mobiler sekolah yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan tidak mendukung proses pembelajaran. Menurutnya, fasilitas pendidikan seharusnya dibangun dengan standar yang baik, aman, dan nyaman, baik dari sisi bangunan maupun kelengkapan perabot.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Rum Pagau langsung memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo untuk segera memanggil pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan pembangunan gedung tersebut. Bupati menegaskan kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi.
“Ini uang negara dan menyangkut keselamatan anak-anak kita. Kontraktor tidak boleh lepas tangan. Harus ada pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dikerjakan,” ujarnya
Bupati juga meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas konstruksi, mulai dari bahan bangunan, metode pengerjaan, hingga kesesuaian dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Dirinya menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
Terakhir Rum Pagau menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memastikan seluruh sarana pendidikan aman, layak, dan memberikan rasa nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar.



