NARASI21.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Boalemo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Kali ini, BAZNAS memfasilitasi tiga anak yang menjadi korban kekerasan seksual dengan memberikan bantuan dana untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Kamis, (07/03)
Masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp5 juta yang diperuntukkan khusus untuk membeli berbagai perlengkapan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas, alat tulis, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan semangat baru agar mereka tetap melanjutkan pendidikan tanpa merasa terbebani oleh kondisi yang dialami.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Boalemo dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan yang memerlukan perhatian dan pendampingan berkelanjutan.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, pemberian bantuan ini juga menjadi bentuk dukungan moral kepada para korban agar dapat kembali membangun rasa percaya diri dan menatap masa depan dengan lebih optimistis. Pendidikan dinilai menjadi salah satu jalan penting bagi anak-anak untuk bangkit dari pengalaman traumatis dan meraih cita-cita mereka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Boalemo, Mus Moha menyampaikan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar pemberian materi, tetapi merupakan wujud kepedulian sosial terhadap anak-anak yang tengah menghadapi situasi sulit. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung proses pemulihan mereka.
“Dana yang diberikan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah masing-masing anak, mulai dari pakaian seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan belajar lainnya. Harapan kami, mereka dapat mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujarnya.
BAZNAS juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memberikan dukungan kepada anak-anak korban kekerasan seksual, baik melalui perlindungan, pendampingan psikososial, maupun pemenuhan hak-hak dasar mereka, termasuk hak memperoleh pendidikan.
Bantuan tersebut disalurkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kerahasiaan identitas para penerima demi melindungi privasi serta kepentingan terbaik bagi anak.
Melalui langkah ini, BAZNAS Kabupaten Boalemo menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga memberikan harapan dan kesempatan bagi anak-anak yang sedang berjuang menghadapi masa sulit agar tetap dapat menggapai masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.



