Narasi21.ID — Pemerintah Kabupaten Boalemo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan melalui evaluasi pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026, bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo tersebut menjadi forum penting untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar telah memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.
Evaluasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, kepala dan petugas puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga lintas sektor terkait. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam mempercepat pencapaian target pelayanan kesehatan di Kabupaten Boalemo.
Dalam pengantar kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara, masih terdapat kesenjangan pencapaian SPM sebesar 13,9 persen yang harus diselesaikan hingga berakhirnya tahun anggaran 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan, mengingat pemenuhan SPM merupakan salah satu indikator penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar sesuai standar yang telah ditetapkan.
Menurut Sutriyani, masih terdapat sejumlah indikator pelayanan kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus serta langkah percepatan. Karena itu, diperlukan kerja nyata dan komitmen bersama agar sisa target yang belum terpenuhi dapat dikejar dalam waktu yang tersedia.
Ia menegaskan, pencapaian target SPM bidang kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan maupun puskesmas. Keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, termasuk pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
Hal ini karena pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat dapat dijangkau, memperoleh informasi, serta mendapatkan pelayanan dasar secara tepat dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pendataan sasaran, mendorong partisipasi masyarakat serta membantu memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pelayanan kesehatan dasar.
Dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Kabupaten Boalemo juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, sarana dan prasarana, dukungan pembiayaan hingga persoalan aksesibilitas geografis.
Bahkan, terdapat dua kecamatan yang masih menghadapi kendala akses wilayah sehingga membutuhkan perhatian dan pendekatan tersendiri dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus disikapi melalui perencanaan yang tepat, penguatan koordinasi serta penentuan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Sutriyani berharap hal tersebut tidak menjadi alasan untuk memperlambat peningkatan pelayanan kesehatan. Sebaliknya, seluruh kendala harus dijadikan bahan evaluasi untuk menemukan solusi dan pola kerja yang lebih efektif.
Melalui forum ini, setiap perangkat daerah dan unsur terkait diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan yang masih menghambat pencapaian target, sekaligus merumuskan langkah konkret yang dapat segera dilaksanakan.
Evaluasi juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai tanggung jawab masing-masing sektor, sehingga pelaksanaan program kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Pemerintah Kabupaten Boalemo menaruh harapan besar agar melalui evaluasi SPM Bidang Kesehatan Tahun 2026, kesenjangan pencapaian sebesar 13,9 persen dapat ditekan sebelum tahun anggaran berakhir.
Lebih dari sekadar memenuhi angka target, upaya ini diarahkan untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau, berkualitas dan merata.
Dengan demikian, hasil evaluasi tidak berhenti sebagai laporan pencapaian program, tetapi harus ditindaklanjuti melalui langkah nyata di lapangan.
Sinergi Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh lintas sektor menjadi kunci agar peningkatan kualitas pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat Boalemo.



