Sekda Prof. Nurdin Baderan Resmi Tutup Festival Literasi Boalemo 2026

Narasi21.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boalemo, Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, S.P., M.Si., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Literasi Kabupaten Boalemo Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Boalemo, Sabtu (31/10/2026).

Penutupan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan festival yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Boalemo sebagai upaya mendorong peningkatan minat baca serta memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Prof. Nurdin menyampaikan bahwa kegiatan festival literasi tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Boalemo.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat harus dimanfaatkan secara positif. Masyarakat, terutama para pelajar, perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh para peserta selama mengikuti festival dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Festival Literasi Boalemo 2026 sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan edukatif serta penyampaian materi dari sejumlah narasumber. Para siswa dan peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama materi yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan kegemaran membaca di era digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Boalemo, Asni Nihe, bersama seluruh jajaran panitia telah mengupayakan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan wawasan bagi generasi muda.

Dengan berakhirnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap gerakan membaca tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Sekolah, perpustakaan, keluarga dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang mendorong kebiasaan membaca.

Melalui langkah tersebut, literasi diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat yang mampu melahirkan generasi berpengetahuan, kritis, kreatif dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Penulis: MitroEditor: Mitro
Exit mobile version