AKBP Firman Minta Warga Saritani Tahan Alat Berat yang Masuk Kampung, Bantu Berantas PETI

NARASI21.ID – Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K., mengajak masyarakat Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, untuk berperan aktif membantu kepolisian dalam mencegah dan memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak terjadi di wilayah tersebut.

Salah satu langkah yang diminta Kapolres adalah agar masyarakat segera mengambil tindakan dengan menahan sementara alat berat yang melintas atau masuk ke wilayah kampung, kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Imbauan tersebut disampaikan AKBP Firman Taufik saat melakukan audiensi bersama masyarakat Saritani. Rabu, (04/11)

Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa pemberantasan aktivitas PETI membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya mengandalkan tindakan aparat kepolisian.

“Saya minta tolong kepada bapak dan ibu, jika melihat alat berat masuk ke sini, silakan ditahan dan segera laporkan ke Polsek Wonosari atau Polres Boalemo,” tegas AKBP Firman.

Menurutnya, keberadaan alat berat yang masuk ke wilayah Saritani perlu mendapat perhatian bersama karena berpotensi digunakan untuk mendukung kegiatan pertambangan tanpa izin. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh ketika melihat adanya aktivitas mobilisasi alat berat yang mencurigakan.

Kapolres juga mengharapkan masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam memberikan informasi secara cepat dan akurat. 

“Dengan adanya laporan dari warga, aparat dapat segera melakukan pengecekan serta mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres Boalemo

Ia menegaskan bahwa upaya penertiban PETI tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi kepolisian. Pengawasan di tingkat masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mencegah masuknya alat berat maupun berulangnya aktivitas pertambangan ilegal.

Keterlibatan warga dinilai sangat penting mengingat masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi dan perkembangan aktivitas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Melalui audiensi tersebut, Kapolres berharap terbangun kesepahaman antara kepolisian dan masyarakat Saritani untuk bersama-sama menjaga wilayah dari aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta berbagai persoalan sosial dan keamanan.

AKBP Firman juga mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan indikasi aktivitas PETI. Namun, tindakan penahanan alat berat hendaknya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, tidak menggunakan kekerasan, serta menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada petugas berwenang.

Sinergi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku PETI di wilayah Saritani. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan, ketertiban, dan keamanan wilayah Boalemo dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat jangan takut untuk memberikan informasi kepada kepolisian. Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Kalau ada alat berat yang masuk, segera sampaikan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya

Exit mobile version