NARASI21.ID – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Boalemo. Sebagai bentuk empati atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polres Boalemo menggelar apel sore yang dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama bertajuk “Pray for NTT”, Selasa (18/08).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Boalemo tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Boalemo, AKBP Firman Taufik, dan diikuti jajaran personel Polres Boalemo.
Momentum tersebut menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk bersama-sama menyampaikan doa bagi keselamatan, ketabahan, serta pemulihan masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Suasana khidmat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para tokoh dan pemeluk agama hadir dan mengikuti doa sesuai keyakinan masing-masing. Perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang untuk menyatukan kepedulian dan rasa kemanusiaan.
Doa bersama tersebut sekaligus menjadi gambaran kuat mengenai semangat toleransi dan persaudaraan yang terus dijaga di tengah masyarakat. Melalui kegiatan itu, jajaran Polres Boalemo menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh jarak maupun perbedaan wilayah.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh peserta memanjatkan doa agar masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah.
Selain itu, doa juga ditujukan agar proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas jajaran Polres Boalemo terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Menurutnya, musibah yang terjadi di NTT tidak hanya menjadi persoalan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi keprihatinan seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk doa dan bantuan kemanusiaan.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kepekaan sosial seluruh personel Polres Boalemo. Kita mungkin terpisah pulau, namun rasa persaudaraan kita tidak terbatas wilayah. Semoga tulusnya doa dan donasi yang terkumpul dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah,” ujar AKBP Firman Taufik.
Usai pelaksanaan apel dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana secara sukarela. Seluruh personel Polres Boalemo turut berpartisipasi memberikan donasi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Pengumpulan bantuan tersebut dilakukan secara spontan dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan keikhlasan. Setiap personel diberikan kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Aksi tersebut menjadi pelengkap dari kegiatan “Pray for NTT”. Jika doa menjadi bentuk dukungan moril dan spiritual, maka donasi yang dikumpulkan merupakan bentuk bantuan nyata yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
Bantuan yang berhasil dihimpun selanjutnya akan disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi ke wilayah terdampak di NTT. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran.
Kapolres Boalemo juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, solidaritas antarsesama anak bangsa merupakan kekuatan penting dalam menghadapi situasi sulit, khususnya ketika terjadi bencana.
Kegiatan doa bersama lintas agama dan penggalangan donasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Melalui “Pray for NTT”, Polres Boalemo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Jarak geografis antara Gorontalo dan NTT tidak menjadi batas untuk menunjukkan rasa empati.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai bencana dan persoalan kemanusiaan. Sebab, dalam situasi sulit, dukungan sekecil apa pun dapat memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi musibah.
Polres Boalemo pun menegaskan bahwa nilai kemanusiaan, persatuan, toleransi, dan gotong royong merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Doa dan donasi yang diberikan diharapkan menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat Indonesia tetap saling menguatkan, di mana pun musibah terjadi.
“Semoga masyarakat NTT yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit, dan proses penanganan serta pemulihan dapat berjalan dengan lancar,” tutup AKBP Firman



