Narasi21.ID – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Boalemo, AKBP Firman Taufik, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Boalemo melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling di Masjid Al-Ikhlas, Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polres Boalemo untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait bahaya minuman keras (miras) yang berpotensi memicu berbagai tindak kejahatan.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Boalemo, AKBP Firman Taufik, mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama memerangi peredaran dan penyalahgunaan minuman keras dalam bentuk apa pun. Menurutnya, persoalan miras perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya merugikan peminumnya, tetapi juga dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Ia meminta masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila mengetahui adanya aktivitas pesta miras, terutama yang melibatkan kalangan anak muda, maupun menemukan tempat yang diduga menjual minuman keras.
Kapolres menegaskan, masyarakat dapat segera melaporkan informasi tersebut kepada Polres Boalemo agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Selain menghubungi pihak kepolisian secara langsung, warga juga dapat memanfaatkan layanan darurat Kepolisian melalui nomor 110.
“Apabila masyarakat melihat anak-anak muda yang sedang pesta minuman keras atau mengetahui adanya tempat penjualan miras, segera laporkan kepada Polres Boalemo atau hubungi layanan 110. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Firman
Menurut AKBP Firman Taufik, pengaruh minuman keras dapat menimbulkan dampak buruk di tengah kehidupan masyarakat. Dalam kondisi tertentu, konsumsi miras dapat memicu pertengkaran, perkelahian, kekerasan, serta berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya.
Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.
Peran keluarga, khususnya orang tua, juga dinilai penting dalam mengawasi pergaulan anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam kebiasaan mengonsumsi minuman keras maupun aktivitas lain yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain.
Melalui imbauan tersebut, Polres Boalemo berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi keamanan di lingkungan masing-masing serta berani menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan Jum’at Keliling juga menjadi sarana bagi jajaran Polres Boalemo untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan langsung di tempat ibadah, pesan-pesan kamtibmas diharapkan dapat diterima dengan baik dan mendorong tumbuhnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban.
Selain menyampaikan imbauan keamanan, dalam kegiatan tersebut jajaran Polres Boalemo turut membagikan makanan kepada para jamaah Masjid Al-Ikhlas dan pengemudi bentor yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Pembagian makanan itu menjadi bentuk kepedulian sosial kepolisian kepada masyarakat, termasuk para pengemudi bentor yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU dalam kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan keamanan, tetapi juga menunjukkan upaya kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan aksi sosial.
Polres Boalemo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan.



