NARASI21.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Hungayonaa bersama masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan saluran drainase yang mengalami penyumbatan di Dusun II, tepatnya di jalur Komplek Raja Motor menuju kawasan Pasar Minggu, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan aparat pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang secara bersama-sama mengangkat endapan lumpur, sampah, dan rumput liar yang menutupi saluran air. Pembersihan dilakukan agar aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan genangan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Penjabat Kepala Desa Hungayonaa, Olwin Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah desa dalam menjaga fungsi drainase agar tetap berjalan optimal. Saluran air yang tersumbat berpotensi menyebabkan luapan air hingga memicu banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyumbatan aliran air yang dapat menimbulkan banjir. Kami ingin memastikan drainase berfungsi dengan baik sehingga air dapat mengalir lancar, terutama ketika musim hujan,” ujar Olwin Yusuf.
Ia menjelaskan, selain sebagai upaya pencegahan banjir, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Semangat kerja sama dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, persoalan drainase tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa, tetapi memerlukan kepedulian seluruh masyarakat. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air karena dapat menghambat aliran dan memicu terjadinya genangan.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Saluran yang sudah dibersihkan hendaknya tetap dijaga agar tidak kembali tersumbat oleh sampah maupun endapan lainnya,” tambahnya.
Warga yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias bergotong royong membersihkan saluran sepanjang jalur Komplek Raja Motor menuju Pasar Minggu. Dengan menggunakan peralatan sederhana, mereka mengangkat material yang menghambat aliran air hingga drainase kembali terbuka.
Masyarakat menyambut baik inisiatif Pemerintah Desa Hungayonaa tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi akibat saluran air yang tidak berfungsi dengan baik.
Melalui kegiatan gotong royong ini, Pemerintah Desa Hungayonaa berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, upaya preventif seperti pembersihan drainase secara berkala diharapkan mampu meminimalkan potensi banjir serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
