Pemkab Bone Bolango Gandeng Taspen Perkuat Layanan dan Hari Tua ASN

NARASI21.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali memperkuat jaminan kesejahteraan dan perlindungan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga masa purna bakti.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Taspen (Persero) Group di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Jumat (11/9/2026).

​Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, menjelaskan bahwa kerja sama rutin tahunan ini memastikan keberlanjutan berbagai layanan strategis kepegawaian berjalan optimal.

Program perlindungan yang dikelola mencakup Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), hingga Jaminan Kematian (JKM).

​”Ini memang kegiatan rutin setiap tahun yang kita lakukan. Perpanjangan ini untuk memastikan program-program layanan kepegawaian tetap berjalan dengan baik,” ujar Iwan.

​Menurutnya, keberlanjutan kerja sama ini krusial mengingat para ASN secara konsisten menunaikan kewajiban iuran bulanan untuk memperoleh hak perlindungan tersebut.

Sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas, Pemkab Bone Bolango bersama pihak Taspen juga rutin melaksanakan rekonsiliasi berkala guna memastikan seluruh hak dan kewajiban terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

​Menariknya, perpanjangan kerja sama tahun ini menghadirkan fleksibilitas baru bagi para pegawai. Pemkab Bone Bolango memberikan ruang lebih luas bagi ASN yang ingin memaksimalkan persiapan finansial jelang masa pensiun melalui program tambahan JHT dengan skema top up.

​Iwan menegaskan bahwa skema tambahan ini sepenuhnya bersifat opsional atau sukarela, disesuaikan dengan kemampuan finansial serta preferensi premi masing-masing pegawai.

​”Jadi itu tidak wajib. Itu pilihan sebagai tambahan jaminan hari tua bagi ASN yang ingin persiapannya lebih matang,” tegasnya.

​Melalui sinergi yang terus terjalin ini, Pemkab Bone Bolango berharap para ASN tidak hanya fokus pada produktivitas selama masa aktif bekerja, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan finansial yang mapan saat memasuki masa pensiun.

Perlindungan menyeluruh ini diharapkan mampu mencakup seluruh fase karier pegawai, mulai dari aktif bekerja, mengantisipasi risiko kedinasan, hingga menikmati masa tua dengan tenang.

Exit mobile version