NARASI21.ID – Dinamika dunia usaha di Kabupaten Boalemo memasuki babak baru. Munasir Biya menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Kabupaten Boalemo dengan membawa gagasan yang menempatkan potensi daerah sebagai kekuatan utama dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengusung moto “Dari Potensi Menjadi Investasi, Dari Investasi Menjadi Kesejahteraan”, Munasir menawarkan arah baru bagi KADIN Boalemo agar tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para pelaku usaha, tetapi juga tampil sebagai kekuatan strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, Boalemo memiliki berbagai potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara lebih terintegrasi melalui hilirisasi, penguatan investasi, perluasan pasar, serta kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah.
Munasir menilai keberadaan KADIN harus mampu menjawab kebutuhan para pengusaha, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif. KADIN tidak cukup hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus hadir sebagai rumah besar dunia usaha yang memberikan ruang bagi pengusaha besar, pelaku UMKM, pengusaha muda maupun pelaku usaha lainnya untuk berkembang bersama.
Usung Visi KADIN sebagai Rumah Besar Dunia Usaha
Dalam pencalonannya, Munasir Biya membawa visi:
“Mewujudkan KADIN Boalemo sebagai rumah besar dunia usaha yang solid, inovatif, berdaya saing dan berkolaborasi untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boalemo.”
Visi tersebut menjadi landasan bagi Munasir untuk membangun organisasi yang lebih terbuka, profesional dan mampu menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah.
Ia memandang kolaborasi sebagai salah satu kunci utama dalam membangun ekosistem usaha di Boalemo. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi dan iklim investasi yang kondusif, sementara dunia usaha menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Karena itu, KADIN diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan pemerintah, pengusaha, investor, lembaga pembiayaan, pelaku UMKM hingga masyarakat.
Tujuh Misi Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, Munasir Biya menawarkan tujuh misi utama.
Pertama, memperkuat KADIN sebagai rumah besar pengusaha yang inklusif dan profesional. KADIN harus memberikan ruang yang sama bagi seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi, mendapatkan informasi, membangun jaringan dan meningkatkan kapasitas.
Kedua, mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Menurut gagasan Munasir, Boalemo tidak boleh terus berada pada posisi sebagai daerah penghasil bahan mentah. Komoditas lokal harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Hilirisasi juga dinilai dapat membuka peluang tumbuhnya industri pengolahan di daerah, menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai ekonomi lokal.
Ketiga, menarik investasi dan membangun kemitraan dengan pemerintah serta investor nasional dan internasional.
Munasir ingin KADIN mengambil peran aktif dalam mempromosikan berbagai peluang investasi di Boalemo. Potensi daerah harus dikemas menjadi peluang bisnis yang menarik, memiliki kepastian usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keempat, memperkuat UMKM dan pengusaha muda melalui akses pembiayaan, pendampingan dan digitalisasi.
Menurutnya, UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian daerah. Karena itu, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan manajemen, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital serta akses pasar yang lebih luas.
Sementara bagi pengusaha muda, KADIN diharapkan menjadi ruang untuk membangun jaringan, bertukar gagasan dan mengembangkan inovasi bisnis.
Kelima, membuka akses pasar bagi produk-produk Boalemo, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Munasir menilai produk lokal memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas apabila didukung dengan peningkatan kualitas, standardisasi, kemasan, promosi dan jaringan pemasaran.
KADIN nantinya diharapkan dapat membantu mempertemukan pelaku usaha Boalemo dengan calon pembeli, mitra bisnis dan investor dari luar daerah maupun luar negeri.
Keenam, mendorong iklim usaha yang sehat, transparan dan kompetitif.
Iklim usaha yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investor dan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan.
Ketujuh, berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Munasir, keberhasilan dunia usaha tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah investasi atau meningkatnya nilai transaksi ekonomi. Lebih jauh, keberhasilan tersebut harus berdampak terhadap masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan dan tumbuhnya usaha-usaha baru.
Potensi Boalemo Harus Naik Kelas
Moto “Dari Potensi Menjadi Investasi, Dari Investasi Menjadi Kesejahteraan” menjadi penegasan terhadap arah perjuangan yang ingin dibangun Munasir Biya.
Potensi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang dimiliki Boalemo dinilai harus mendapatkan sentuhan investasi dan teknologi agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
Dengan demikian, rantai ekonomi tidak berhenti pada proses produksi, tetapi dilanjutkan melalui pengolahan, distribusi dan pemasaran hingga menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.
Dalam kerangka tersebut, KADIN diharapkan tidak berjalan sendiri. Organisasi dunia usaha ini perlu membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga pembiayaan, perguruan tinggi, pelaku UMKM, investor serta berbagai stakeholder lainnya.
Membangun KADIN yang Kolaboratif
Munasir juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dari arah kepemimpinannya apabila mendapat amanah memimpin KADIN Boalemo.
Menurut gagasannya, dunia usaha tidak dapat berkembang secara maksimal tanpa dukungan ekosistem yang kuat. Pemerintah membutuhkan dunia usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara pengusaha membutuhkan kebijakan dan iklim investasi yang memberikan kepastian.
Dari sinergi tersebut diharapkan lahir berbagai peluang usaha baru yang tidak hanya menguntungkan pelaku bisnis, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Dengan visi dan misi tersebut, pencalonan Munasir Biya sebagai calon Ketua KADIN Boalemo membawa pesan bahwa organisasi dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah.
KADIN diharapkan mampu menjadi rumah besar yang menyatukan kekuatan pengusaha, sekaligus menjadi jembatan bagi potensi daerah untuk bertemu dengan investasi, teknologi dan pasar.
