NARASI21.ID- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, menegaskan bahwa Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) harus berjalan sebagai aksi nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Pernyataan tersebut disampaikan Ruwaida saat menghadiri peluncuran Program Genting tingkat Kabupaten Bone Bolango di BPU Tapa, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pencegahan stunting wajib dimulai sejak dini dengan mengawal langsung keluarga berisiko tinggi secara konsisten.
”Cegah stunting itu harus dari awal. Semakin dini perhatian diberikan, semakin besar peluang risiko stunting dapat dicegah sebelum berdampak pada tumbuh kembang anak,” ujar Ruwaida.
Ia juga menekankan agar setiap intervensi kesehatan yang diberikan tidak berhenti di fasilitas pelayanan saja, melainkan dipantau hingga benar-benar dipraktikkan oleh keluarga sasaran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program prioritas nasional ini. Penanganan stunting dinilai tidak bisa berjalan efektif jika hanya dibebankan kepada pemerintah daerah atau satu instansi tunggal.
”Ini bukan pertemuan rutin atau seremonial. Kita harus berkolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar pendampingan kepada keluarga sasaran benar-benar nyata,” tegas Tenny.
Ia turut mengapresiasi langkah Bupati Bone Bolango yang aktif merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat gerakan bersama demi menekan angka stunting secara optimal.
