NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong pengembangan sektor peternakan melalui peningkatan kualitas bibit dan pemanfaatan teknologi reproduksi.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan 12 ekor calon indukan sapi betina berkualitas yang akan mendukung pengembangan ternak unggul melalui program Inseminasi Buatan (IB).
Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, turun langsung meninjau kondisi calon indukan sapi tersebut di Instalasi Karantina Hewan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/10/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ternak yang direncanakan akan dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo, sekaligus memastikan kesiapan sapi sebelum didatangkan ke daerah.
Sebanyak 12 ekor sapi betina itu diproyeksikan menjadi bagian dari proyek percontohan pengembangan ternak melalui teknologi IB.
Program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas genetik sapi sekaligus memperkuat potensi pengembangan peternakan di Kabupaten Boalemo.
Seleksi Indukan Jadi Langkah Awal
Bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo, pengembangan peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah populasi sapi, tetapi juga pada perbaikan kualitas ternak yang dipelihara masyarakat.
Karena itu, pemilihan indukan menjadi salah satu tahapan penting. Kondisi kesehatan, kemampuan reproduksi, serta kesesuaian ternak dengan tujuan pengembangan perlu menjadi perhatian agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil optimal.
Melalui penerapan IB, indukan yang telah dipilih nantinya diharapkan dapat menghasilkan keturunan dengan kualitas genetik yang lebih baik. Jika didukung dengan manajemen pemeliharaan, pakan, dan kesehatan yang memadai, upaya tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas ternak serta nilai ekonominya.
Program percontohan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan teknologi reproduksi di kalangan peternak lokal.
Pastikan Kesehatan Ternak Sebelum Dikirim
Peninjauan di Instalasi Karantina Hewan Pantoloan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap aspek kesehatan dan keamanan lalu lintas ternak.
Sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten Boalemo, sapi-sapi tersebut harus memenuhi persyaratan kesehatan dan karantina sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit hewan menular lainnya.
Tahapan ini penting untuk mengurangi risiko masuk dan menyebarnya penyakit yang dapat mengganggu kesehatan ternak maupun keberlangsungan usaha peternakan masyarakat.
Setelah seluruh persyaratan pemeriksaan dan karantina terpenuhi, 12 ekor sapi betina tersebut direncanakan dibawa ke Boalemo untuk mendukung pelaksanaan tahap awal program pengembangan indukan berbasis IB.
Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Peternak
Pengembangan indukan sapi berkualitas diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor peternakan Boalemo. Penerapan IB yang tepat dapat membantu peternak memperoleh keturunan dari pejantan unggul tanpa harus memelihara pejantan sendiri.
Selain meningkatkan peluang memperoleh bibit berkualitas, pengembangan ini juga diharapkan mendorong peningkatan nilai jual pedet atau anak sapi serta memperkuat pendapatan peternak.
Di sisi lain, peningkatan produktivitas dan kualitas ternak dapat menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan daging di daerah. Namun, pencapaian tujuan tersebut tetap membutuhkan dukungan berbagai faktor, mulai dari kualitas bibit, ketersediaan pakan, kesehatan hewan, hingga pendampingan teknis kepada peternak.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Boalemo ini menunjukkan upaya membangun sektor peternakan secara bertahap melalui pemilihan indukan, pemanfaatan teknologi reproduksi, dan penguatan potensi peternakan rakyat.
Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan berkelanjutan, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pengembangan peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Boalemo.



