NARASI21.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju hidup yang lebih sehat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Langkah strategis ini diwujudkan lewat sinergi dan kolaborasi erat bersama perguruan tinggi guna menghadirkan inovasi digital yang memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga ke tingkat desa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat membuka kegiatan “Pemanfaatan Teknologi Digital sebagai Media Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Keluarga Produktif” di Desa Tanggilingo, Kecamatan Kabila, bertempat di Hotel Toewawa, Senin (3/8/2026).
Sekda Iwan Mustapa memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kontribusi akademisi merupakan wujud nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pendekatan inovatif berbasis teknologi.
“Kami mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi yang terus hadir di tengah masyarakat. Ini menjadi bentuk kolaborasi yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang lebih inovatif,” ujar Iwan.
Di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Sekda menilai transformasi digital sebagai solusi solutif untuk mendongkrak efektivitas pelayanan sekaligus mengubah pola pikir serta perilaku masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Kita harus berani melakukan perubahan dan memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi, sekaligus membangun perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi modern termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) kini membuka peluang luas bagi masyarakat untuk mengakses informasi serta edukasi kesehatan secara cepat dan mudah.
Berbagai media digital seperti video edukasi, media sosial, hingga platform berbasis AI dinilai sangat efektif sebagai sarana menyampaikan pesan kesehatan yang sederhana dan menarik.
“Yang terpenting adalah kontennya mudah dipahami dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Teknologi digital harus kita manfaatkan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan upaya pencegahan sejak dini,” imbuhnya.
Iwan juga menekankan bahwa penerapan PHBS adalah fondasi utama dari strategi preventif pemerintah untuk menekan risiko penyakit serta mengurangi beban pembiayaan kesehatan.
Meskipun pemerintah daerah terus mengoptimalkan akses layanan kesehatan termasuk melalui kepesertaan BPJS Kesehatan, langkah pencegahan melalui perubahan perilaku tetap menjadi strategi paling esensial.
“Kalau masyarakat semakin sadar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, maka risiko sakit bisa ditekan. Inilah yang ingin kita bangun bersama melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Sekda berharap Desa Tanggilingo dapat sukses menjadi pilot project penerapan teknologi digital dalam mendukung PHBS dan selanjutnya menjadi best practice (praktik baik) yang bisa direplikasi di desa-desa lain di seluruh wilayah Kabupaten Bone Bolango.
“Kalau program ini berhasil di Tanggilingo, tentu akan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Pemerintah daerah siap mendukung agar inovasi seperti ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.



