NARASI21.ID- Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustafa, menekankan pentingnya seluruh tenaga kesehatan (nakes) memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan evaluasi pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (4/7/2026), di salah satu hotel di Kota Gorontalo.
Program PKG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional (quick wins) Presiden yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini.
“Program PKG merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah daerah. Keberhasilan pelaksanaannya akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kepala daerah,” tegas Iwan Mustapa.
Menurut Iwan, program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kuratif (pengobatan), melainkan lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif. Ia menyayangkan budaya masyarakat yang umumnya baru datang ke fasilitas kesehatan setelah jatuh sakit.
Oleh karena itu, budaya pemeriksaan kesehatan secara berkala harus terus dibangun. Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang. Seluruh satuan pendidikan diharapkan bersinergi dengan puskesmas untuk mendeteksi dini kesehatan siswa sejak usia sekolah.
Dalam forum evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango secara terbuka memaparkan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi di lapangan, antara lain,
Keterbatasan Bahan Habis Pakai (BHP). Kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Kondisi beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang memerlukan perbaikan. Kewajiban pembayaran iuran BPJS Kesehatan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Menyikapi hal tersebut, Sekda menegaskan bahwa berbagai kebutuhan operasional ini akan diupayakan melalui pembahasan APBD Perubahan. Sektor kesehatan dipastikan tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran daerah.
Selain infrastruktur, tantangan terbesar justru datang dari stigma masyarakat. Banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena takut didiagnosis penyakit berat atau menghadapi tindakan medis yang menakutkan.
“Karena itu, sosialisasi secara berkelanjutan itu penting agar masyarakat memahami bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah pencegahan sehingga penyakit dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” lanjutnya.
Iwan meminta puskesmas tidak bergerak sendiri, melainkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, camat, kepala dusun, hingga tokoh masyarakat untuk mengedukasi warga agar memanfaatkan layanan gratis ini.
Di sisi lain, forum juga membahas kendala teknis berupa gangguan aplikasi pelaporan dan sinkronisasi data kependudukan yang sempat menghambat pencatatan hasil pelayanan. Meski demikian, Pemkab Bone Bolango berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyelesaikan masalah sistem ini agar pelaporan PKG semakin optimal ke depannya.
