​PKK Bone Bolango Kawal UMKM Perempuan Menuju Pasar Luas

NARASI21.ID- Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kualitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di daerahnya.

Ia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak menurunkan mutu, rasa, maupun porsi produk ketika usaha mereka mulai dikenal dan kebanjiran pelanggan.

​Pesan tersebut disampaikan Ruwaida saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perempuan dalam Pengelolaan UMKM Menuju Kemandirian di Villa Pasir Panjang, Kecamatan Kabila Bone, Selasa (6/10/2026).

​Menurut Ruwaida, perempuan memegang peranan krusial sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan karena mayoritas pelaku UMKM berasal dari kalangan perempuan.

Oleh karena itu, upaya pemberdayaan tidak boleh berhenti pada dorongan untuk membuka usaha saja, melainkan harus membekali mereka dengan kemampuan manajerial agar mampu mempertahankan eksistensi dan kesetiaan pelanggan.

​Ia secara khusus mewanti-wanti para pelaku usaha agar tidak mengurangi kualitas bahan atau takaran demi keuntungan sesaat ketika penjualan mulai meningkat.

​“Kalau sudah maju, sudah banyak pelanggan ataupun sudah laris, jangan mulai dikurangi. Kita kurangi rasanya, kita kurangi banyaknya, otomatis pelanggan-pelanggan itu akan lari,” tegas Ruwaida.

​Lebih jauh, ia mendorong agar produk lokal yang sudah dicintai masyarakat terus ditingkatkan standarnya sehingga mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas di luar wilayah Bone Bolango.

​Dalam kesempatan itu, Ruwaida turut mencontohkan inovasi produk lokal seperti bageya berbahan tepung pisang yang kini telah masuk ke Galeri Dekranasda Bone Bolango.

Produk ini dinilai memiliki keunikan tersendiri dibanding bageya sagu pada umumnya, dan secara aktif ia perkenalkan dalam berbagai promosi ke luar daerah untuk memikat minat pasar yang lebih luas.

​“Kalau bageya sagu sudah biasa di mana-mana. Ini bageya tepung pisang. Kalau suka dan rasanya enak, silakan pesan, kami siapkan di Bone Bolango,” ujarnya.

​Selain bageya, produk unggulan lain seperti kain kerawang dan kopi Pinogu juga telah mendapat ruang promosi strategis di Galeri Dekranasda.

Kopi Pinogu bahkan sukses menarik minat konsumen luar daerah meski kapasitas produksinya masih terbatas, yang menunjukkan besarnya potensi daya saing produk lokal Bone Bolango.

​Sebagai langkah lanjutan, TP PKK Bone Bolango juga memprogramkan pelatihan kerawang ikat bagi anak-anak putus sekolah.

Program ini dirancang untuk melestarikan warisan kerajinan lokal sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan mandiri.

​Ruwaida berharap para kader PKK desa dapat berperan aktif membina UMKM di wilayah masing-masing, membantu mengarahkan tata kelola keuangan, serta memperluas akses pasar dan permodalan.

​“Pemberdayaan perempuan melalui UMKM harus menghasilkan pelaku usaha yang mampu berdiri sendiri, menjaga kualitas produk dan melihat peluang pasar di luar wilayah Bone Bolango,” pungkasnya.

Exit mobile version