NARASI21.ID – Kesuksesan Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dilakukan oleh Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, Arjun Mogulaingo, S.H., dan Sekretaris KTNA Provinsi Gorontalo, Darwin Hamzah Tolinggi, S.Pd., M.Pd. dan dukungan dari beberapa pihal berpengaruh di Provinsi Gorontalo.
Kedua tokoh tersebut menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan Gorontalo agar dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan agenda nasional terbesar bagi kalangan petani dan nelayan Indonesia itu.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari membangun komunikasi dengan pengurus KTNA dari berbagai daerah hingga melakukan lobi-lobi kepada para delegasi provinsi yang memiliki hak suara dalam penentuan tuan rumah Penas KTNA 2026.
Sekretaris KTNA Provinsi Gorontalo, Darwin Hamzah Tolinggi, mengungkapkan bahwa perjuangan untuk membawa Penas KTNA ke Gorontalo telah dimulai jauh sebelum pelaksanaan Penas di Sumatera Barat.
Darwin mengungkapkan, langkah awal dilakukan saat kegiatan Pra Penas yang berlangsung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Perjuangan ini tidak berlangsung dalam waktu singkat. Kami mulai membangun komunikasi dan memperkenalkan kesiapan Gorontalo sejak kegiatan Pra Penas di Maros. Saat itu kami mulai melakukan pendekatan kepada berbagai pengurus KTNA provinsi untuk mendapatkan dukungan,” ungkap Darwin
Upaya tersebut kemudian berlanjut pada pelaksanaan Penas KTNA XVI Tahun 2024 yang digelar di Padang, Sumatera Barat. Dalam forum rembuk nasional yang diikuti delegasi KTNA dari 38 provinsi, salah satu agenda penting yang dibahas adalah penentuan lokasi pelaksanaan Penas KTNA XVII Tahun 2026.
Darwin menjelaskan, proses penentuan tuan rumah berlangsung cukup dinamis karena beberapa daerah juga menyatakan minat untuk menjadi penyelenggara kegiatan nasional tersebut. Penentuan akhirnya dilakukan melalui mekanisme voting tertutup yang diikuti seluruh delegasi provinsi.
“Pada saat rembuk nasional di Padang, seluruh delegasi dari 38 provinsi mengikuti proses penentuan tuan rumah Penas 2026. Alhamdulillah, Gorontalo berhasil memperoleh dukungan sebanyak 17 suara melalui voting tertutup,” jelas Darwin
Perolehan suara tersebut menjadi bukti kuat bahwa berbagai pendekatan dan komunikasi yang dibangun oleh KTNA Gorontalo mendapat respons positif dari daerah lain.
Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan nasional terhadap kemampuan Gorontalo dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Sekretaris KTNA menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh tim KTNA Gorontalo, terutama peran Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, Arjun Mogulaingo, yang secara aktif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak selama proses pencalonan tuan rumah berlangsung.
“Berkat kerja keras, komunikasi yang intens dan lobi-lobi yang dilakukan bersama Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, ketua Arjun, akhirnya Gorontalo mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjadi tuan rumah. Ini merupakan hasil perjuangan bersama yang patut disyukuri,” katanya.
Menurut Darwin, penunjukan Gorontalo sebagai tuan rumah Penas KTNA XVII Tahun 2026 merupakan peluang besar bagi daerah untuk menunjukkan potensi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta berbagai inovasi yang telah berkembang di daerah.
Selain itu, penyelenggaraan Penas juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor jasa, perdagangan, transportasi, perhotelan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Penas bukan hanya kegiatan petani dan nelayan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan Gorontalo kepada Indonesia. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung dan bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Penas KTNA XVII Tahun 2026,” ujar Darwin
Dengan ditetapkannya Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah, berbagai usaha terus dilakukan agar pelaksanaan Penas KTNA XVII Tahun 2026 yang telah resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dapat berjalan sukses dan menjadi ajang yang memberikan manfaat besar bagi pembangunan sektor pertanian dan kesejahteraan petani serta nelayan di Indonesia.
“Perjuangan ini dimulai sejak Pra Penas di Maros hingga Penas di Padang. Melalui voting tertutup yang diikuti 38 provinsi, Gorontalo berhasil memperoleh 17 suara. Berkat komunikasi dan lobi yang kami lakukan, akhirnya Penas KTNA XVII Tahun 2026 disepakati dilaksanakan di Provinsi Gorontalo. Pada akhrinya apapun yang kami lakukan tidak akan terwujud jika tanpa dukungan Gubernur dan Wakil Gubeenur Gorontalo, Bupati dan Wakil Kabupaten Gorontalo dan semua pihak yang telah mensukseskan acara Penas KTNA 2026,” Pungkasnya
