NARASI21.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus memperkuat langkah dalam memperluas akses keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, yang didampingi Sekretaris Daerah serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Boalemo dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Rabu, (05/08)
Pertemuan ini membahas berbagai strategi percepatan akses keuangan daerah sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program inklusi keuangan yang telah berjalan di Kabupaten Boalemo sepanjang tahun 2026.
Selain itu, koordinasi tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam pembahasan bersama OJK, Bupati Rum Pagau memaparkan capaian empat program unggulan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang menjadi fokus peningkatan inklusi keuangan daerah.
Program pertama adalah Gerakan ASN dan Masyarakat Menabung Emas. Program ini menargetkan 100 nasabah sepanjang tahun 2026. Hingga Triwulan II, realisasinya telah melampaui target dengan jumlah mencapai 108 nasabah. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dan aparatur sipil negara dalam memanfaatkan investasi emas sebagai instrumen keuangan yang aman dan berkelanjutan.
Selanjutnya, program Gerakan Pelajar Boalemo Rajin Menabung (SIMPEL) juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari target pembukaan 2.044 rekening pelajar, hingga Triwulan II telah berhasil direalisasikan sebanyak 1.338 rekening. Program ini diharapkan mampu membentuk budaya menabung sejak usia dini sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Sementara itu, melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Pemerintah Kabupaten Boalemo menargetkan penyelenggaraan tiga kegiatan edukasi keuangan sepanjang tahun 2026. Hingga Triwulan II, satu kegiatan telah berhasil dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan produktif.
Adapun pada program Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah, pemerintah menargetkan pelaksanaan 80 kegiatan peningkatan literasi keuangan. Hingga pertengahan tahun, realisasinya telah mencapai 40 kegiatan, atau sekitar 50 persen dari target tahunan. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, kelompok tani, UMKM, hingga masyarakat desa agar semakin memahami akses terhadap layanan keuangan formal.
Hasil paling strategis dari pertemuan tersebut adalah komitmen OJK yang akan menjadikan sejumlah desa di Kabupaten Boalemo sebagai pilot project Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah. Kepercayaan tersebut diberikan setelah Bupati Rum Pagau memaparkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Boalemo beserta program-program unggulan yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.
Pilot project tersebut akan difokuskan pada pengembangan sektor-sektor unggulan daerah, antara lain program Inseminasi Buatan untuk meningkatkan produktivitas peternakan, pengembangan komoditas kakao, durian, kelapa sawit, serta jagung sebagai komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi penopang perekonomian masyarakat Boalemo.
Bupati Rum Pagau menilai dukungan OJK merupakan peluang besar bagi Kabupaten Boalemo untuk mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK akan membuka akses pembiayaan yang lebih luas, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta memperkuat daya saing pelaku usaha di pedesaan.
“Kami ingin masyarakat Boalemo tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, sinergi dengan OJK menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi daerah melalui potensi yang kita miliki,” ujar Bupati.
Melalui dukungan tersebut, Bupati Boalemo Boalemo optimistis program-program unggulan daerah akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan sektor pertanian dan peternakan, serta terwujudnya ekonomi daerah yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk OJK, dalam mewujudkan percepatan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat dan memperluas akses keuangan hingga ke tingkat desa,” pungkasnya
