Pemkab Bone Bolango Buka Karpet Merah untuk Investasi Hijau

Plt Kadis Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia. (Foto Istimewa)
Plt Kadis Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia. (Foto Istimewa)

NARASI21.ID- Ada pesan besar di balik arah baru pembangunan Bone Bolango: daerah tidak bisa selamanya menunggu APBD untuk bergerak.

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mulai mendorong investasi hijau sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin modal swasta, dunia usaha, perbankan, BUMD hingga kekuatan ekonomi desa ikut mengambil peran dalam membangun daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, dalam keterangan resmi, Selasa (25/8).

Gagasannya sederhana tetapi agresif: kalau APBD memiliki batas, maka sumber pembiayaan pembangunan harus diperluas.

Go Green Dimulai dari Langkah Nyata

Agenda go green Bone Bolango tidak hanya diarahkan menjadi wacana investasi jangka panjang. Dalam jangka pendek, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah konkret melalui program KB LBB — Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi energi dan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional mengenai percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, termasuk Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Dengan demikian, transformasi hijau tidak harus menunggu proyek besar. Perubahan bisa dimulai dari kendaraan yang digunakan pemerintah setiap hari.

Penggunaan KBLBB diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tetapi juga menjadi contoh bahwa pemerintah daerah serius membangun budaya efisiensi energi.

Jangan Tunggu APBD, Kejar Investasi

Ichsan menegaskan, keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pembangunan kehilangan tenaga.

Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu pemerintah untuk membuka lebih banyak ruang investasi, terutama investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi potensi daerah.

Energi surya, mikrohidro, pertanian dan perkebunan berkelanjutan, pariwisata ekologis, pengolahan limbah hingga industri kreatif berbasis lingkungan menjadi sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar.

Bone Bolango tidak cukup hanya memiliki potensi. Potensi harus diubah menjadi investasi, investasi menjadi usaha, dan usaha harus menghasilkan kesejahteraan.

KBLBB Bisa Jadi Pintu Masuk Ekonomi Hijau

Program kendaraan listrik juga dapat dikembangkan lebih jauh. Jika dilakukan secara konsisten, kebutuhan kendaraan listrik akan menciptakan ekosistem baru.

Mulai dari penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik, jasa perawatan, suku cadang, hingga peluang kerja sama dengan investor dan sektor swasta.

Artinya, kebijakan KBLBB tidak berhenti pada mengganti kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik.

Ia bisa menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi baru berbasis energi bersih.

Di sinilah investasi hijau dan kebijakan pemerintah dapat bertemu: pemerintah menciptakan permintaan, investor menghadirkan teknologi dan modal, sementara masyarakat memperoleh peluang ekonomi.

Sampah Bisa Jadi Uang

Salah satu peluang lain yang mulai dilirik adalah ekonomi sirkular.

Sampah rumah tangga, limbah pertanian dan sisa perkebunan selama ini kerap dipandang sebagai masalah. Namun dengan teknologi dan investasi, semuanya dapat diputar menjadi sumber ekonomi baru.

Sampah bisa diolah menjadi energi. Limbah pertanian bisa menjadi bahan baku. Produk desa bisa diberi nilai tambah.

Artinya, yang selama ini dianggap beban justru bisa menjadi ladang bisnis.

Namun pemerintah juga menyadari bahwa perubahan tersebut tidak bisa dilakukan dengan slogan. Dibutuhkan modal, teknologi, infrastruktur dan sumber daya manusia yang mampu menjalankannya.

Desa Harus Naik Kelas

Transformasi ekonomi hijau juga tidak boleh berhenti di pusat pemerintahan.

BUMDes dan Kopdes didorong menjadi pemain penting dalam rantai ekonomi. BUMD, perbankan dan investor diharapkan masuk membangun konektivitas antara potensi desa dengan pasar.

Desa jangan hanya menjual bahan mentah. Produk lokal harus diolah, dikemas, dipasarkan dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dengan pola ini, desa bukan lagi sekadar penerima program, tetapi menjadi bagian dari mesin investasi daerah.

Investor Dipanggil, Tetapi Harus Beri Dampak

Pemkab Bone Bolango ingin membuka pintu investasi seluas-luasnya. Namun investasi yang masuk diharapkan tidak sekadar membawa modal dan mengambil keuntungan.

Investasi harus meninggalkan jejak ekonomi: membuka lapangan kerja, menghidupkan usaha masyarakat, memperkuat desa dan menjaga lingkungan.

“Melalui visi besar Bapak Bupati untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya, serta dukungan sinergi dari perbankan, BUMD, BUMDes hingga Kopdes, kami optimis Bone Bolango mampu mewujudkan kemandirian ekonomi hijau yang kokoh, berdaya saing dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Ichsan.

Babak Baru Pembangunan Bone Bolango

Arah ini menandai perubahan cara pemerintah melihat pembangunan.

APBD bukan ditinggalkan. Tetapi APBD tidak boleh bekerja sendirian.

Program KBLBB menjadi salah satu langkah jangka pendek untuk menunjukkan bahwa agenda go green bisa dimulai dari internal pemerintahan. Sementara investasi energi terbarukan, pengolahan limbah, pertanian berkelanjutan, pariwisata ekologis dan ekonomi sirkular menjadi ruang yang dapat dikembangkan dalam jangka lebih panjang.

Pemerintah ingin investasi menjadi lokomotif, masyarakat menjadi pelaku, desa menjadi pusat produksi, perbankan menjadi penguat pembiayaan dan teknologi menjadi pengungkit produktivitas.

Jika konsep ini benar-benar dijalankan secara konsisten, Bone Bolango tidak hanya berbicara tentang go green.

Lebih jauh dari itu, daerah sedang mencoba membangun model ekonomi yang menghasilkan nilai hari ini tanpa mengorbankan masa depan.

Exit mobile version