NARASI21.ID- Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendongkrak kualitas hidup masyarakat. Menghadapi ancaman penyakit menular maupun tidak menular, langkah pencegahan kini dituntut untuk bergerak lebih terpadu dan masif.
Penegasan tersebut disampaikan Ismet saat membuka agenda Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 yang digelar di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka kesakitan secara terarah dan tepat sasaran. Berdasarkan laporan panitia, agenda ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus merumuskan rencana aksi konkret dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati Ismet Mile membeberkan sejumlah tantangan kesehatan yang masih membayangi wilayah Bone Bolango. Ia mengingatkan bahwa urusan kesehatan tidak bisa melulu dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata. Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kesadaran masyarakat menjadi penentu utama keberhasilan di lapangan.
“Sinergi lintas sektor harus terus diperkuat. Setiap pihak harus memahami dan menjalankan tugas serta fungsinya agar upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat dilakukan secara maksimal,” tegas Ismet Mile.
Beberapa penyakit dinilai butuh penanganan serius di antaranya, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Diare Akut dan Demam Tifoid Pneumonia dan Malaria
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Rabies serta penyakit menular lainnya.
Tak hanya urusan koordinasi di lapangan, Bupati Bone Bolango juga menyoroti pentingnya pos anggaran yang memadai. Ia meminta alokasi dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk program pengendalian penyakit diplot secara optimal sesuai skala prioritas.
Jika anggaran tahun ini masih terbatas, Ismet secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk mematangkan perencanaan program di tahun anggaran berikutnya secara lebih matang. Hal ini dinilai krusial agar program pencegahan bisa berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
