NARASI21.ID – Pengabdian tanpa pamrih kembali ditunjukkan oleh relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boalemo Provinsi Gorontalo.
Salah satu relawan Purwanto Muhrija, mencatatkan dedikasi luar biasa dalam misi kemanusiaan lintas daerah saat diterjunkan membantu korban bencana alam di wilayah Sumatra.
Purwanto Muhrija tercatat sebagai salah satu Relawan Tagana dari 10 orang yang diberangkatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan bertugas langsung di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, hanya empat hari pascabencana terjadi.
Dalam situasi yang masih serba terbatas dan akses menuju lokasi terdampak yang cukup sulit, Tagana Provinsi Gorontalo menjadi relawan pertama yang berhasil menembus titik akses bencana di Kabupaten Langkat.
Tidak hanya berhenti di Langkat, misi kemanusiaan Purwanto bersama relawan Tagana lainnya kemudian berlanjut ke sejumlah wilayah lain yang juga terdampak bencana.
Purwanto kembali ditugaskan ke Aceh dan Tapanuli Tengah, dengan fokus utama pada kegiatan rescue, pelayanan dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Selama kurang lebih satu bulan penuh, Purwanto Muhrija menjalani tugas kemanusiaan tersebut tanpa mengenal lelah. Ia bekerja di lapangan dengan segala keterbatasan, berjibaku dengan medan sulit, cuaca ekstrem, serta kondisi darurat yang membutuhkan kecepatan dan ketangguhan fisik maupun mental.
Dedikasi dan pengabdian tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya, Purwanto Muhrija diganjar reward sebesar 10 juta dari Pemda Boalemo.
Reward tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, pada apel awal bulan yang digelar di halaman Kantor Bupati Boalemo, Senin (05/01).
Penyerahan reward dilakukan secara terbuka di hadapan jajaran ASN dan peserta apel sebagai bentuk penghormatan sekaligus motivasi bagi seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rum Pagau menyampaikan bahwa relawan kemanusiaan seperti Tagana adalah garda terdepan dalam penanganan bencana, yang bekerja tidak hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan hati dan keikhlasan.
“Pengabdian seperti ini patut diapresiasi. Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan kemanusiaan. Apa yang dilakukan saudara Purwanto Muhrija adalah contoh nyata semangat gotong royong dan solidaritas bangsa,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi relawan lainnya, khususnya generasi muda Boalemo, untuk terus terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, Purwanto Muhrija menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Boalemo.
Menurutnya, apa yang ia lakukan merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai relawan Tagana yang siap hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.
