NARASI21.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo Subianto di Bone Bolango, berjalan optimal.
Guna memastikan hal itu, Pemkab Bone Bolango melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung di 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango, Kamis, 8 Mei 2026.
Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai langkah memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal, mulai dari distribusi makanan hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat. Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga standar pelaksanaan program agar tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ketua Tim Satgas MBG Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan bahwa monev lapangan sangat penting dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi riil pelaksanaan program sekaligus mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi pengelola di lapangan.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan bukan hanya sebatas pemeriksaan administrasi, tetapi juga menyentuh aspek teknis dan kualitas pelayanan di masing-masing SPPG.
“Tim Satgas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari proses distribusi makanan, kualitas pelayanan, kebersihan, administrasi, hingga kesiapan sumber daya di masing-masing SPPG,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program MBG, khususnya dalam memastikan makanan bergizi dapat diterima masyarakat secara tepat waktu, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Monitoring lapangan juga bertujuan untuk memetakan berbagai tantangan yang dihadapi pengelola, agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah pembenahan dan perbaikan apabila ditemukan kendala di lapangan.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, kondisi di lapangan harus dipantau secara langsung agar setiap persoalan bisa segera ditangani,” katanya.
Tak hanya fokus pada aspek pemenuhan gizi masyarakat, pemerintah daerah juga mulai melihat dampak lanjutan atau multi efek dari keberadaan SPPG terhadap lingkungan sekitar. Dari hasil pemantauan sementara, program tersebut dinilai mulai memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan bahan pangan, meningkatnya aktivitas distribusi, hingga terbukanya peluang usaha baru menjadi salah satu indikator tumbuhnya perputaran ekonomi di wilayah sekitar SPPG.
“Kami juga ingin melihat sejauh mana dampak multi efek dari keberadaan SPPG terhadap lingkungan sekitar,” tegas Iwan.
