Awas Paparan Gadget, Bunda Literasi Dorong Penguatan Literasi Sejak Dini

Bunda Literasi Bone Bolango Ingatkan Orang Tua Waspada Bahaya Gadget pada Anak.(Foto: Diskominfo Bone Bolango)
Bunda Literasi Bone Bolango Ingatkan Orang Tua Waspada Bahaya Gadget pada Anak.(Foto: Diskominfo Bone Bolango)

NARASI21.ID- Bunda Literasi Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai (gadget) pada anak.

Langkah ini dinilai krusial guna mencegah anak terpapar konten digital yang belum sesuai dengan usia mereka di era modern saat ini.

​Menurut Ruwaida, pemaknaan literasi di era digital tidak lagi cukup hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan fundamental untuk memahami, menyaring, serta mengkritisi berbagai informasi yang mereka terima sejak usia dini.

​”Literasi itu tidak cuma membaca dan menulis, tetapi juga memahami dan mengkritisi segala masalah,” ujar Ruwaida dalam keterangannya, menekankan pentingnya membangun budaya kritis pada anak.

​Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya literasi harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, di mana orang tua, guru, kader PKK, dan institusi pendidikan memegang peranan kunci.

Lebih lanjut, Ruwaida memaparkan bahwa literasi modern mencakup enam kemampuan dasar, yakni literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan.

​Sebagai contoh, ia mendorong agar literasi sains dapat diperkenalkan secara menyenangkan melalui kegiatan luar kelas, seperti mengamati alam sekitar, bermain, dan belajar langsung dari pengalaman nyata.

​Terkait maraknya penggunaan teknologi, Ruwaida mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak terlalu lama bermain gawai tanpa batas. Pengawasan ketat diperlukan karena perangkat digital membuka akses yang sangat luas terhadap informasi bebas yang berisiko negatif bagi tumbuh kembang anak.

​”Sebisa mungkin kita cegah anak-anak dari paparan konten yang tidak sesuai,” tegasnya.

​Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui gerakan literasi ini terus berupaya mendorong kolaborasi lintas sektor agar ekosistem digital yang ramah anak dapat segera terwujud.

Membangun budaya literasi di era digital bukan sekadar mencetak anak yang gemar membaca, melainkan memastikan mereka mampu memilah informasi serta mengenali hal yang baik dan buruk secara mandiri.

Exit mobile version