NARASI21.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengambil langkah strategis untuk mempercepat realisasi pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu. Upaya ini diwujudkan melalui audiensi intensif dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, yang diterima oleh Kepala BSKDN RI, Suharyono Huntoyungo.
Dalam pemaparannya, Yusbar Ismail menekankan bahwa proyek ini melampaui batas pembangunan infrastruktur fisik semata. Jalan Tulabolo–Pinogu dinilai sebagai urat nadi konektivitas yang krusial untuk mengikis ketimpangan akses di wilayah terpencil.
”Yang kita dorong bukan hanya pembangunan jalan, tetapi bagaimana membuka akses dan menghadirkan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Pinogu. Ketika akses terbuka, mobilitas masyarakat, distribusi barang, pelayanan pemerintah, hingga aktivitas ekonomi akan ikut bergerak,” ungkap Yusbar.
Mengingat tantangan geografis Kecamatan Pinogu yang cukup kompleks, Pemkab Bone Bolango menyadari perlunya kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah pusat agar proyek strategis ini dapat segera terwujud.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menjelaskan bahwa proyek ini telah masuk dalam kerangka perencanaan daerah yang terukur. Keberadaan infrastruktur jalan yang layak diyakini mampu memicu efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor pembangunan.
”Kami di Bappeda terus memastikan kebutuhan pembangunan ini masuk dalam kerangka perencanaan daerah secara terukur. Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi salah satu kunci untuk mempercepat realisasi pembangunan, mengingat kebutuhan anggaran dan kompleksitas pekerjaan yang diperlukan,” pungkas Sri Mulyani.
