Pemkab Bone Bolango Gandeng BRIN: Inovasi Riset untuk Atasi Sampah dan Genjot Konektivitas Desa

NARASI21.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengambil langkah progresif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Melalui pendekatan berbasis riset dan teknologi, Pemkab Bone Bolango resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyelesaikan dua persoalan utama: pengelolaan sampah dan peningkatan konektivitas antar desa.

​Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja jajaran Pemkab Bone Bolango ke Kantor BRIN di Jakarta pada Rabu (12/8/2026). Delegasi daerah yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDM Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, diterima langsung oleh Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN.

​Dalam keterangannya, Yusbar Ismail menegaskan bahwa kompleksitas tantangan pembangunan saat ini tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan cara-cara konvensional atau program rutin semata.

​”Kita ingin persoalan yang ada di daerah dijawab dengan solusi yang tepat dan sesuai karakteristik Bone Bolango. Karena itu, kita datang ke BRIN untuk melihat bagaimana riset dan inovasi bisa kita manfaatkan secara konkret,” ujar Yusbar.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menekankan pentingnya integrasi hasil riset ke dalam dokumen perencanaan daerah. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap inovasi yang lahir dari kerja sama ini benar-benar aplikatif dan tepat sasaran.

​”Bappeda Litbang akan menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan hasil riset dan inovasi tersebut ke dalam perencanaan pembangunan Bone Bolango. Ketika akses semakin baik dan sampah terkelola dengan teknologi tepat, dampaknya akan langsung dirasakan pada kebersihan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Sri Mulyani.

​Di sisi lain, pihak BRIN menyambut antusias inisiatif dan komitmen kuat dari Pemkab Bone Bolango. BRIN menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan riset secara menyeluruh serta memfasilitasi transfer teknologi yang relevan dengan karakteristik geografis dan sosial daerah.

​Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera merumuskan nota kesepahaman (MoU). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi riset dan teknologi di lapangan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Bone Bolango secara berkelanjutan.

Exit mobile version