Optimalisasi Mitigasi Bencana, DPRD Minahasa Sambangi BPBD Bone Bolango

Sinergi Antar-Daerah: DPRD Minahasa Pelajari Penanganan Air Bersih di Bone Bolango.(Foto Istimewa)
Sinergi Antar-Daerah: DPRD Minahasa Pelajari Penanganan Air Bersih di Bone Bolango.(Foto Istimewa)

NARASI21.ID- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (9/9/2026).

Langkah ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas mitigasi serta manajemen krisis, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang.

​Rombongan kunker DPRD Kabupaten Minahasa dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Franky Waloyan, SE. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bone Bolango, Achriel Y. Babyonggo, bersama jajaran pejabat eselon di kantor BPBD setempat.

​Dalam sesi diskusi interaktif, Franky Waloyan mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali langkah taktis dan konkret yang telah diterapkan BPBD Bone Bolango dalam merespons krisis air bersih bagi pemukiman warga terdampak.

​Menanggapi hal tersebut, Kalaksa BPBD Bone Bolango Achriel Y. Babyonggo memaparkan alur penanganan darurat yang diterapkan lembaganya.

​”Penanganan darurat dimulai dari verifikasi surat permohonan resmi aparat desa atau kelurahan untuk memastikan validitas data warga terdampak. Penggunaan sistem rotasi prioritas untuk menyiasati keterbatasan armada teknis dan memastikan pemerataan pasokan air bersih,” beber Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango.

Tak hanya itu, BPBD Bone Bolango juga membangun kemitraan strategis bersama Palang Merah Indonesia (PMI) guna menambah armada tangki dan suplai air.

Sementara ​Berdasarkan data terkini BPBD Bone Bolango, dampak kekeringan di wilayah tersebut telah mencakup 12 kecamatan, 28 desa/kelurahan, serta berdampak pada 1.763 Kepala Keluarga atau 6.846 jiwa.

​Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Minahasa diharapkan dapat merumuskan kebijakan penganggaran, pengawasan, serta regulasi daerah yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Exit mobile version