Dinkes Boalemo Gandeng Bapelkes Sulut, Perkuat Kapasitas Tenaga Sanitasi Lingkungan di Bidang Keamanan Pangan

NARASI21.ID – Upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Kali ini, Dinkes Boalemo bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Sulawesi Utara menggelar Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Manado Quality Hotel pada Senin, 27 April 2026, dan diikuti oleh para tenaga sanitasi lingkungan yang memiliki peran strategis dalam pengawasan kualitas pangan di masyarakat.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan pengawasan pangan berbasis risiko, seiring dengan meningkatnya potensi gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak higienis.

Materi yang diberikan mencakup standar keamanan pangan, identifikasi risiko, hingga langkah-langkah pengendalian untuk mencegah terjadinya penyakit bawaan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, dalam sambutannya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Sutriyani menilai bahwa pengawasan yang ketat terhadap makanan siap saji menjadi kunci dalam mencegah berbagai penyakit.

“Keamanan pangan adalah pilar utama dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Kita harus memastikan setiap makanan yang beredar aman dan layak konsumsi. Penjamah makanan dan penanggung jawab usaha kuliner memiliki peran penting dalam mencegah penyakit akibat pangan,” ujar Sutriyani

Ia juga menekankan bahwa pendekatan berbasis risiko menjadi metode yang lebih efektif dalam pengawasan, karena mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini serta menentukan prioritas penanganan secara tepat.

Menurutnya, kerja sama dengan Bapelkes Sulut menjadi langkah strategis untuk memperbarui wawasan dan kompetensi para tenaga sanitasi lingkungan, agar mampu mengikuti perkembangan standar keamanan pangan yang terus berubah.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para TSL dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan standar terkini, sehingga pengawasan di lapangan menjadi lebih optimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sutriyani memastikan bahwa Dinkes Boalemo akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku usaha makanan di daerah. Pengawasan rutin juga akan diperkuat guna menjamin kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk menekan potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB), khususnya yang disebabkan oleh keracunan makanan.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha makanan. Targetnya adalah memastikan standar pelayanan pangan di Boalemo semakin baik, sekaligus meminimalisir risiko KLB akibat pangan yang tidak aman,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat, khususnya dalam aspek preventif. Dengan tenaga sanitasi yang kompeten, diharapkan pengawasan pangan di lapangan semakin efektif dan mampu menjamin keamanan konsumsi masyarakat secara menyeluruh.

Exit mobile version